Iklan Kapal Cepat

Dikaitkan dengan Pendeta Mahezza Puteh

Abdullah Puteh Lapor Wartawan bataktoday.com ke Polda Aceh

Abdullah Puteh Lapor Wartawan bataktoday.com ke Polda Aceh
Rubrik

Banda Aceh |Suka atau tidak, jelang hari pencoblosan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, 15 Februari 2017 mendatang, berbagai kampanye hitam terus terjadi. Salah satunya menimpa pasangan calon Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab. Bayangkan, nama mantan Gubernur Aceh itu, dikaitkan dengan  Mahezza Puteh, seorang pendeta atau misionaris berdarah Aceh. Padahal, antara Bang Lah, begitu Abdullah Puteh akrab disapa dengan Mahezza Puteh, tidak punya pertalian darah alias saudara, apalagi disebut-sebut sebagai adik kandung Abdullah Puteh.

Berita tak elok itu dimuat di laman bataktaody.com, edisi 16 November 2015 lalu, yang dituluis Tumpal Paulus Simanjorang di Jakarta. Berita itu bertajuk; Mahezza Puteh, Adik Mantan Gubernur Aceh yang Perduli Petani Samosir. Tak jelas, dari mana informasi yang diperoleh Tumpal, sehingga begitu berani mengaitkan keberadaan Bang Lah dengan Mahezza. Bisa jadi, latar nama di belakang, sama-sama Puteh?

Sebenarnya, berita itu sudah lama berselancar di dunia maya dan sejumlah pihak di Banda Aceh, mempertanyakannya. Namun, beberapa sumber yang dekat dengan Bang Lah, membantahnya. Diketahui kemudian, Mahezza Puteh kabarnya pernah kuliah di Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh di era 90-an. “Kabarnya dia drop out (DO) dan lama menghilang, kemudian muncul di media sosial sebagai seorang pendeta atau misionaris. Kami terkejut membacanya,” ungkap seorang alumni Fakultas Teknik Unsyiah pada MODUSACEH.CO, hari ini di Banda Aceh.

Kata sumber itu, saat menjadi mahasiswa di Banda Aceh, Mahezza memang memiliki perilaku yang kurang baik. “Dia suka ‘menipu’ kawan-kawan sesama mahasiswa hingga akhirnya putra asal Kabupaten Pidie ini harus meninggalkan Aceh,” papar sumber tadi. Nah, merasa nama baiknya dicemarkan, Bang Lah, melalui anggota tim pemenangannya, Mahyeddin Saad dan M Usman Harus, melaporkan  Tumpal Paulus Simanjorang, wartawan bataktoday.com ke Polda Aceh, 6 Januari 2017 lalu.

Bang Lah menjerat Tumpal dengan UU No:11/2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (pencemaran nama baik). Sebenarnya, pelapor tidak ada hubungan apa-apa dengan Mahezza Puteh. Atas kejadian ini, pelapor merasa dirugikan, kata Bang Lah dalam laporan polisi no: LP/01/I/2017/SPKT.  Hingga berita ini diwartakan, MODUSACEH.CO belum berhasil mengkonfirmasi Mahezza Puteh dan Tumpal, terkait kebenaran informasi itu. Akankah kasus ini masuk dalam ranah hukum? Kita tunggu saja.***

Komentar

Loading...