Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Pernyataan Wagub Aceh Dinilai Memancing Keadaan

Abdullah Saleh: Kenapa Nova Iriansyah Menyerang DPRA?

Abdullah Saleh: Kenapa Nova Iriansyah Menyerang DPRA?
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Belum sampai seratus hari berkuasa, pemerintahan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, dinilai sejumlah politisi di Aceh, khususnya Partai Aceh (PA), telah mengusik iklim harmoni yang mulai kondusif pasca Pilkada Aceh Serentak, 15 Februari 2017 lalu.

Penilaian tersebut disampaikan terkait pernyataan Wagub Aceh Nova Iriansyah; Kita Selalu Dihempang di DPRA, yang diwartakan Harian Serambi Indonesia, edisi Minggu, 20 Agustus 2017. Tak sampai satu kali 24 jam, pernyataan ini langsung mendapat reaksi dari politisi di DPR Aceh, khususnya Partai Aceh.

Kata Wagub Aceh, “Karena sudah mulai ada gejala kita selalu dihempang di DPRA. Sudah mulai ada gejala, single majority itu digunakan untuk menghambat program-program yang sudah kita susun dengan baik,” kata Nova Iriansyah, saat memberi sambutan pada acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (19/8).

Nah, pernyataan ini rupanya tak diterima begitu saja oleh anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA), Abdullah Saleh. “Kenapa tiba-tiba Nova Iriansyah bicara menyerang DPRA, padahal belum ada sama sekali kebijakan Pemerintah Aceh yg dihadang DPRA,” kata Ketua Komisi I DPR Aceh ini melalui akun media sosial (medsos) Facebook-nya dengan identitas Abdullah Saleh Forum.

Menurut Abdullah Saleh, pemerintah Irwandi-Nova belum berumur dua bulan, namun sudah mengajak perang. “Kami dari Partai Aceh memang yang menjadi pemenang dan pemegang kekuasaan politik di DPRA juga atas dasar mandat rakyat Aceh di Pileg 2014 lalu. Bukan atas suka-suka kami sendiri. Omongan wagub seperti dikutip Serambi hari ini sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pemimpin yang telah resmi menjadi Wagub Aceh,” tegas Abdullah Saleh.

Lantas, apa saja pernyataan wagub? Seperti wartakan Harian Serambi Indonesia, Wagub Aceh Nova Iriansyah berharap, partai yang bisa meraih kursi pada pileg mendatang di Aceh adalah; Partai Nasional Aceh yang kini berubah nama jadi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Demokrat, Partai Damai Aceh yang kini jadi Partai Daerah Aceh (PDA), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP. “Kalau sempat tidak ada (kursi), alangkah jungkir baliknya kami menyelesaikan tugas di periode ini,” ujarnya.

Alasan Nova, karena dia tidak ingin eksekutif dan legislatif berjalan sendiri-sendiri seperti yang terjadi periode lalu. Dia berharap partai pendukung dapat meraih kursi maksimal pada Pileg 2019. Kekhawatiran ini muncul karena partai pendukung Irwandi-Nova hanya mengantongi 13 dari 81 kursi di DPRA, yaitu Partai Demokrat (8), PNA (3), PKB (1), dan PDA (1). Sedangkan PDIP tidak memiliki kursi. “Irwandi-Nova lima tahun ke depan, ini sudah berlalu dua bulan, masih ada 48 setengah bulan lagi, kita tidak bisa sendirian. Saya tidak mau basa-basi, misalnya Demokrat harus kursinya sebanyak-banyaknya, PKB, PDA, PDIP tidak usah. Saya tidak mau basa-basi, itu retorika. Saya mau PDIP, PDA, PNA, PKB juga banyak kursinya,” kata Nova yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Aceh ini.

Nova mengatakan, partai pendukung pemerintah saat ini belum bisa mengalahkan partai penguasa. Dia berharap, PNA, PDA dan PKB bisa menambah kursi dan PDIP juga bisa mengirim perwakilannya ke DPRA. Tentu dengan tidak mengurangi jatah Demokrat. “Di DPRA, merah harus dilawan dengan merah. Biru, kuning, biru muda, hijau belum cukup mampu, jadi kami butuh merah, merah yang lain (PDIP),” pungkasnya.

Nah, itu sebabnya, Abdullah Saleh menilai bahwa Nova telah secara terang-benderang menunjukkan sikap permusuhan dengan Partai Aceh. Malah dengan mengajak merah (PDI-P) untuk mengalahkan merah (Partai Aceh) di DPRA. “Saya pikir kalau sudah begini bagi kita Partai Aceh tidak perlu basa-basi lagi, mari kita jawab tantangan ini. Alangkah konyol bila kita sudah tahu musuh yang akan menyerang, kita tidak mengambil sikap untuk mematahkan serangan musuh,” tulis Abdullah Saleh di akun Facebook-nya. Gawat!***

Komentar

Loading...