Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Di Balik Rencana Penggabungan Aceh Barat 5 dengan Aceh Barat 4

Bupati Aceh Barat Ramli MS: Itu Keinginan Siapa, Tokoh Politik atau Masyarakat?

Bupati Aceh Barat Ramli MS: Itu Keinginan Siapa, Tokoh Politik atau Masyarakat?
Bupati Aceh Barat Ramli MS/Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Resmi menjabat sebagai Bupati Aceh Barat, Selasa (10/10/2017) kemarin. Hari ini,  Rabu (11/10/2017), Ramli MS bersama Banta Puteh Syam (Wakil Bupati), melaksanakan upacara perdana dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Ramli MS sudah menyampaikan beberapa penegasan kepada bawahannya itu. Salah satunya ia berpesan agar pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak berpolitik praktis, sebab Pilkada sudah usai. Bupati Ramli MS juga menyampaikan, suka atau tidak padanya, pegawai harus bekerja. “Benar saya menyampaikan beberapa pesan dalam upacara tadi,” kata Ramli MS pada MODUS ACEH, di ruang kerjanya, Kantor Bupati Aceh Barat, Rabu (11/10/2017).

Diakhir wawancara perdana media ini dengan Ramli MS setelah dilantik Selasa kemarin, MODUS ACEH meminta tanggapannya terkait rencana penggabungan daerah pemilihan (Dapil) Aceh Barat 5 yaitu Kecamatan Meureubo dengan dapil Aceh Barat 4 yang terdiri tiga Kecamatan Kaway XVI,  Pante Cermin dan Panton Reu. Ramli MS berpendapat penggabungan itu ada tata cara. Namun kata Ramli MS, jika jumlah penduduknya cukup koata yaitu empat kursi, kenapa mesti dirubah. “Kalau dari jumlah Meureubo cukup koata satu dapil, kenapa kita rubah dan gabung, ada apa,” ujar mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat ini.

Ramli MS justru mempertanyakan, keinginan untuk menggabung atau merubah itu atas keinginan siapa, masyarakat atau tokoh politik? “Keinginan siapa itu, apakah tokoh politik atau keinginan rakyat,” kata Ramli MS, mempertanyakan.

Sebaliknya, jika penggabungan itu atas keinginan masyarakat, bagi Ramli MS tidak ada masalah. Tetapi, jika penggabungan Dapil Aceh Barat 5 dengan Dapil Aceh Barat 4, keinginan segelitir orang, itu perlu dikaji terhadap keinginan itu. “Kalau keinginan masyarakat untuk bergabung, silakan saja. Kalau keinginan segelintir tokoh politik, mungkin dia berasal dari Meureubo sekarang sudah pindah Kaway XVI, sementara saudaranya banyak di Meureubo, itu salah besar,” kata Ramli MS.

Karena itu, saran Ramli MS jika penggabungan Dapil Aceh Barat 5 dengan Dapil Aceh Barat 4 hanya keinginan segelintir tokoh politik karena banyak keluarga di Kecamatan Meureubo, saran Ramli MS lebih bagus tokoh tersebut pindah ke Kecamatan Meureubo. “Lebih bagus tokoh saja pindah ke Meureubo. Jadi tidak sulit,” ujarnya.

Sebelumnya, belasa perwakilan tokoh masyarakat dari Kecamatan Meureubo mendatangi Kantor Camat. Mereka menolak rencana penggabungan dapil tersebut.(baca: Perwakilan Tokoh Masyarakat  Meureubo Tolak Rencana Penggabungan Dapil).

Perwakilan tokoh masyarakat Meureubo menolak bukan tanpa sebab, karena mereka sudah mendapat kabar bahwa daerah pemilihan Aceh Barat 5 mau digabungkan dengan Aceh Barat 4.*** 

Komentar

Loading...