Breaking News

Diduga Korupsi Dana Pembangunan Masjid

Camat Sakti Ruslan Akui Teken SK Terdakwa Sebagai Ketua 

Camat Sakti Ruslan Akui Teken SK Terdakwa Sebagai Ketua 
Foto MODUSACEH.CO/Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, kembali menggelar sidang lanjutan atas terdakwa Syahrul Kiram (30) yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi atas pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBA 2013.

Sidang itu dipimpin M. Nazir, SH. MH  (ketua), Deny Syahputra, SH. MH, dan M. Fatan Riadhi, SH. MH (hakim anggota), dengan Herperiyani Effendi, SH (Penitera Pengganti).

Sidang hari itu menghadirkan lima saksi. “Apakah saudara-saudara bersedia untuk disumpah dengan agama yang dianut,” tanya M. Nazir mengawali sidang itu di Ruang Sidang Tipikor Banda Aceh, Jalan Cut Mutia, Kampung Baru, Baiturrahman, Kamis, (18/05/17). "Bersedia," jawab saksi tadi.

Dalam persidangan itu terungkap, saksi Ruslan yang merupakan Camat Sakti telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Masjid Tgk Di Meureuhom, tanpa mengetahui struktur organisasi. Hanya mengetahui terduga sebagai ketua dalam pembangunan masjid itu. Ruslan juga mengakui telah mengeluarkan rekom dalam permohonan proposal pembangunan masjid.

“Waktu saya tandatangani SK itu, ada tersangka di kantor saya,” ujar Ruslan. 

Diketahui, terdakwa tercatat sebagai Pengurus Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, berdasarkan SK Camat Sakti Nomor 400/353/2013. Dalam SK pembangunan masjid itu, disebutkan bahwa proyek pembangunan masjid ini dikerjakan dengan sistem swakelola. Namun, dalam pegerjaannya, Syahrul diduga mengerjakan sendiri proyek masjid tanpa melibatkan pengurus masjid lainnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasar kan hasil audit yang dilakukan tim Badan Pemeriksa Keuangan dan  Pembangunan (BPKP) Aceh, terdapat sekitar Rp 737 juta kerugian Negara, dalam proyek pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, dari total Rp 1,7 miliar dana  yang bersumber dari APBA 2013.

Selanjutnya, pemeriksaan kualitas dan kuantitas yang dilakukan  tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)  Banda Aceh? terhadap bangunan tersebut ditemukan beberapa item yang tidak sesuai spesifikasi kekurangan volume. Sebab itu, Kejari Pidie akrhirnya menetapkan Syahrul Kiram sebagai tersangka dalam kasus itu.***

Komentar

Loading...