Iklan Kapal Cepat

Bermotif Janji Ringankan Tuntutan Hukuman

Diduga, Oknum Jaksa Kejari Lhoksukon Terima Dana dari Keluarga Terdakwa

Diduga, Oknum Jaksa Kejari Lhoksukon Terima Dana dari Keluarga Terdakwa
Nurdin, warga Matang Kuli mengaku menyerahkan uang Rp. 150 pada oknum Jaksa Lhoksukon
Penulis
Rubrik

Lhoksukon | Dugaan jual beli kasus alias (markus) menghantam oknum aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Diduga, jaksa berinisial FJ meminta sejumlah uang pada keluarga terdakwa kasus narkoba, untuk meringankan hukuman.

Nurdin (39), kakak Armiya menceritakan. Sekira awal tahun 2017. Seorang jaksa dari Kejari Lhoksukon berinisial FJ menghubungi dirinya. Ketika itu, FJ meminta uang Rp 400 juta, guna meringankan hukuman terhadap adiknya  Armiya. “Saya bilang, kalau Rp 400 juta saya tidak ada uang. Tapi, kalau Rp 150 juta, saya usahakan,” sebut Nurdin, warga Matang Kuli, Aceh Utara,  pada media ini, Rabu, (7/11/17).

Lantas, kata Nurdin, FJ menyetujui besaran uang yang disodorkan Nurdin. Namun, FJ meminta uang tersebut segera diserahkan pada dirinya, dengan dalih akan diberikan pada jaksa lain di Kejari Lhoksukon. “Saya terpaksa menjual tanah dan kumpulkan dari saudara yang lain sehingga  mencapai Rp 150 Juta. Lalu, kita serahkan pada FJ di seputaran Kantor Kejari Lhoksukon,” ungkap Nurdin.

Namun, Nurdin mengaku terkejut ketika mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhoksukon dalam persidangan, yang meminta majelis hakim menghukum Armiya 20 tahun penjara. “Padahal janji FJ mereka akan menuntut dibawah 10 tahun, sesuai perjanjian waktu penyerahan uang. Karena, FJ juga JPU dalam kasus adik saya (Armiya),” ulas Nurdin.

Malah, kata Nurdin, saat majelis hakim memutus Armiya 12 tahun penjara. JPU melakukan banding, hingga Armiya dihukum 16 tahun penjara. “Kalau memang tidak bisa dibantu, saya harap uang itu dikembalikan. Karena, uang Rp 150 juta itu saya berhutang sama famili lain. Kami ini orang miskin, saya tidak permasalahkan adik saya (Armiya) dihukum. Namun, uang saya harap dikembalikan,” kata Nurdin dengan suara terbata-bata pada media ini, dua hari lalu. 

Secara terpisah, media ini menghubungi FJ.  Dia mengaku tidak pernah meminta uang pada keluarga Armiya untuk meringankan hukuman. Karena itu, dia mempersilahkan keluarga Armiya untuk membuat laporan pada polisi, jika betul telah menyerahkan uang pada dirinya. "Tidak ada itu Bang. Saya tidak pernah meneriman uang dalam menangani perkara," jelas FJ melalui saluran telepon, Rabu, (7/11/17). ***

Komentar

Loading...