Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Giliran Ir. Makrum Thahir Diusul PAW oleh Partai Aceh

Giliran Ir. Makrum Thahir Diusul PAW oleh Partai Aceh
Ir. Makrum Thahir/Foto MODUSACEH/Dok.
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah Adam Muklis, kini giliran Ir. Makrum Thahir diusulkan pergantian antar waktu (PAW) oleh Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA).  Sumber media ini menyebutkan, Partai Aceh menyodorkan surat PAW terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2014-2019 ke pimpinan DPR Aceh, 11 Juli 2017.

Surat usulan perihal PAW terhadap mantan ajudan Hasbi Abdullah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pidie dan Pidie Jaya, itu bernomor 108/DPA-PA/VII/2017. Kemudian, sebagai pengganti Ir. Makrum Thahir, DPA PA mengusulkan nama Dahlan Jamaluddin S.IP.

Sumber media ini menjelaskan, surat usulan PAW terhadap Ir. Makrum Thahir itu sudah diajukan ke Pemerintah Aceh. Namun, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Frans Delian melalui WhatsApp, Jumat (11/8/2017) mengaku, belum terima berkas PAW Ir. Makrum Thahir.

“Wass wr wb, kemarin saya ke Bireuen....Ini pagi langsung rapat di Kesbang...Belum sempat ngantor...Sejauh ini kami belum terima berkas PAW atas nama Makrum,” kata Fran Delian.

Juru bicara Partai Aceh Suaidi Sulaiman alias akrab dikenal Adi Laweung juga enggan menjelaskan terkait PAW Makrum Thahir tersebut.

“Kita ini bicara kasus ini aja, tidak pada kasus yang lain. Kalau yang lain itu, ada fase yang lain,” kata Adi Laweung melalui sambungan telpon, Jumat (11/8).

Pengakuan Adi Laweung terkait konfirmasi media ini terhadap dugaan kader PA yang ditangkap soal kasus sabu-sabu.

Ketua DPR Aceh Muharuddin juga belum mendapat penjelasan terhadap PAW Ir. Makrum Thahir, sebab dihubungi ke telpon genggam Ketua DPR Aceh, Jumat (11/8) belum aktif. Pada waktu yang sama, konfirmasi pada Sekretaris DPR Aceh Hamid Zein juga belum berhasil. Ditelpon ke handphone miliknya, belum dijawab.

Sementara itu, Ir. Makrum Thahir yang dicoba konfirmasi, Kamis (10/8) juga tidak mendapat jawaban. Pesan singkat (SMS) yang dikirim media ini juga tidak ada balasan. Begitupun, saat bincang-bincang dengan media, salah seorang pimpinan Komisi VI DPRA, Rabu lalu mengakui, Ir. Makrum Thahir diusulkan PAW oleh partainya. Usulan PAW itu, katanya, setelah Adam Muklis.

Meskipun tidak mendapat penjelasan dari Ir. Makrum Thahir, dirinya mengajukan keberatan terhadap usulan pergantian antar waktu itu. Melalui kuasa hukumya, Makrum Thahir merasa keberatan dan menolak untuk dicopot sebagai anggota DPRA dari Partai Aceh.

Makanya, melalui kuasa hukum kantor pengacara (law office) Mohammad Isa Yahya SH & Associates, Ir. Makrum Thahir menggugat DPA PA dan DPR Aceh. Dalam kasus hukum ini, sebagai tergugat satu DPA PA dan tergugat II DPR Aceh.

“Bahwa selama menjadi anggota legislatif DPRA, penggugat tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum baik secara pidana atau pelanggaran kode etik lainnya,” kata Makrum Thahir dalam berkas gugatannya, nomor 43/Pdt.G/2017/PN Bna tanggal 02 Agustus 2017.***

Komentar

Loading...