Gubernur Aceh Tandatangani 493 Paket Proyek APBA 2017

Gubernur Aceh Tandatangani 493 Paket Proyek APBA 2017
(Mirna/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna (Banda Aceh)

Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengadakan penandatanganan kontrak kerja bersama para kontraktor pemenang tender sebanyak 493 Paket proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2017 senilai Rp 980,0 miliar yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (17/05/2017).

Ketua Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh, dr Taqwallah MKes dalam laporannya menyampaikan,pada tahun 2017 ada sekitar 1.834 paket strategis sebelum tanda tangan kontrak setelah lelang senilai 2,86 triliun. Sementara Lelang Kolektif Kegiatan APBA 2017 pada 17 Maret 2017 lalu, sebanyak 839 paket senilai 1,74 triliun. Namun hari ini akan ditandatangani kontrak sebanyak 493 paket strategis senilai Rp 980,07 miliar yang dibagi ke 30 Satuan Kerja Pejabat Aceh (SKPA) yang terdiri dari jalan sebanyak 86 paket senilai Rp 198,15 miliar.

Adapun rincian per SKPA adalah sebagai berikut: Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 155 paket, Dinas Pengairan 63 paket, Dinas Pehubungan 49 paket, dan Dinas Pendidikan 45 paket. Selanjutnya adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman sebanyak 35 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 22 paket, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejumlah 16 paket.

Untuk Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan jumlah 14 paket, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja 10 paket, Rumah Sakit Jiwa 10 paket, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 9 paket, dan Rumas Sakit Ibu dan Anak 8 paket, Dinas Pemuda dan Olahraga sebanyak 8 paket, Dinas Peternakan 7 paket, Dinas Kesehatan 7 paket, Dinas Syariat Islam 5 paket, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin 5 paket, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 5 paket Sementara, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian sebanyak 3 paket, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong 3 paket, Sekretariat Dewan 2 paket, Dinas Perindustrian dan Perdagangan 2 paket, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh 2 paket, Bappeda 2 paket, Dinas Pangan 1 paket, Satpol PP dan WH 1 paket. Selanjutnya adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebanyak 1 paket, Biro Pengadaan Barang dan Jasa 1 paket, Dinas Registrasi Kependudukan 1 paket dan Dinas Pertanahan 1 paket.

"Kontrak tersebut terdiri dari pengerjaan konstruksi sebanyak 267 paket senilai Rp 759 Milyar, barang 92 paket dengan nilai 125 miliar dan konsultansi sebanyak 121 paket senilai Rp 54 miliar serta pengerjaan jasa lainnya dengan jumlah 13 paket senilai Rp 42 miliar jelasnya. Sementara untuk pembangunan jalan antara lain Jalan Lubok Sidup di Aceh Tamiang senilai Rp 17,62 Miliar, Jalan Batas Aceh Besar –Tibang senilai Rp 13,62 Miliar, Jalan Krueng Raya hingga batas Pidie dengan total anggaran Rp 13,78 miliar. Selanjutnya adalah jalan batas Aceh Timur – Karang Baru Aceh Tamiang dengan nilai Rp 9,33 miliar dan Jalan Cot Batee Glungku Kabupaten Bireuen senilai Rp 6,45 miliar.

Selain pembangunan jalan, ada juga kontrak pembangunan 20 unit jembatan dengan total nilai Rp 88,37 miliar. Di antara jembatan yang dibangun adalah Jembatan Rayeuk Pangee Aceh Utara senilai Rp 13,53 miliar. Jembatan Seruwai Aceh Tamiang senilai Rp 18,60 mmiliar, Jembatan Rangka Baja Awee Geutah Kabupaten Bireun dengan nilai Rp 9,50 miliar. Selanjutanya adalah Jembatan Rangka Baja Namploh Bireun senilai Rp 7,57 miliar dan Jembatan Kilangan Singkil sebanyak Rp 9 miliar.

Untuk gedung, kontrak bersama akan dilakukan untuk pembangunan 30 unit dengan anggaram Rp 77,05 miliar. Rumah Sakit Umum dengan jumlah paket 3 unit sebesar Rp 65,81 miliar. Sementara Proyek pembangunan irigasi dengan nilai Rp 75,69 miliar untuk 40 unit paket, embung atau waduk sebanyak 7 paket dengan nilai Rp 23,81 miliar. Jetty atau tanggul dengan jumlah 14 paket dengan nilai anggaran Rp 116,18 miliar. Seterusnya adalah penandatanganan Satpras pasar sebanyak 3 unit dengan anggaran Rp 9,23 miliar, Sapras Perhubungan 31 paket dengan nilai Rp 33,20 miliar, Sapras Telekomunikasi 1 paket dengan nilai Rp 3,99 miliar, Sapras Transmigrasi 8 paket dengan nilai Rp 15,36 miliar dan lampu jalan sebanyak 9 paket dengan pagu anggaran Rp 8,09 miliar.

Untuk pengadaan bibit sebanyak 14 paket dengan nilai anggaran Rp.8,25 miliar. Rinciannya adalah MPTS sebanyak 259.911 batang, jernang sebanyak 158.838 batang, pala sebanyak 69.750 batang dan jabon sebanyak 78.188 batang. Selanjutnya adalah pohon jati sebanyak 73.875 batang, aren sebanyak 72.450 batang, jengkol 71.070 batang, petai sebanyak 73.313 batang dan gaharu sebanyak 66.413 batang. Kontrak kerjasama juga dilakukan untuk 4 paket pada benih padi dan bawang dengan nilai Rp 1,46 miliar, 2 paket untuk pupuk urea dan NPK dengan anggaran Rp 1,18 miliar, traktor sebanyak 49 unit dengan jumlah tiga paket anggatan Rp 7,29 miliar.

Lalu ada 1 paket kerjasama pengadaan kenderaan dengan anggaran Rp 2,20 miliar, 7 paket alat kantor dengan nilai Rp 3,99 miliar, 1 paket alat kesehatan dengan nilai Rp 1,06 miliar, 28 paket alat laboratorium dengan nilai Rp 52,01 miliar. Selanjutnya adalah makan dan minum sebanyak 8 paket dengan nilai Rp 39,63 miliar, konsultan sebanyak 121 paket dengan nilai Rp 55,87 miliar dan paket lain-lainnya dengan jumlah 52 paket dengan anggaran Rp 92,19 miliar. Acara penandatanganan ini disaksikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan unsur Forkopimda Aceh beserta seluruh SKPA, KPA, PPTK, dan para kontraktor yang ikut menandatangani kontrak serentak.***

Komentar

Loading...