Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Kisah Mahfud- Zulfadli (bagian empat)

Ini Pengakuan Andi: Saya Yang Buka Kasus Itu

Ini Pengakuan Andi: Saya Yang Buka Kasus Itu
dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Saat dikonfirmasi media ini, Andi tak mau banyak bicara. Bahkan, dia menyerahkan sepenuhnya pada MODUS ACEH, untuk memberitakan atak tidak. “Untuk apa saya tanggapi,” kata Andi singkat. Begitupun, Andi mengaku dialah wartawan pertama di Sabang yang mengungkap dugaan korupsi pada proyek WTP Sabang. Namun, kemudian dia surut atau tak memberitakan lagi, karena salah satu saudara istrinya menjadi pejabat pada Dinas PU Sabang dan ikut menanggani proyek itu. Andi juga mengaku sempat tak enak dengan senior satu media dengannya.

Disebutkan Andi, sebenarnya yang dekat dengan terdakwa Zulfadli alias Dedek adalah Hendra, wartawan Harian Rakyat Aceh, terbitan Banda Aceh dan kini sebagai Ketua PWI Sabang. Hendra lah sebut Andi, yang memfasilitasi hubungan antara dirinya dengan Dedek hingga akhirnya Dedek menyerahkan uang Rp 5 juta. “Abang bantu Andi lah,” begitu kata Hendra pada Dedek. Tapi kata Andi, bantuan uang tadi tak ada kaitannya dengan pemberitaan.

Keterangan Andi tentu bertolak belakang dengan pengakuan awalnya bahwa dialah yang memberitakan pertama sekali kasus tersebut dan dia mundur alias tak mewartakan lagi, karena alasan ada saudara istrinya di Dinas PU Kota Sabang. Dan, Andi paham jika kasus tadi sudah bermasalah dan sedang disidik Polres Sabang.

Namun, Andi juga mengaku, paska dia menerima dana Rp 5 juta dari Dedek, perasaannya tak enak. Itu sebabnya, dia ingin mengembalikan uang yang telah dia terima dari Dedek. “Malah saya mau kembalikan, tapi Dedek mengelak-elak,” sebut Andi saat dikonfirmasi. Andi juga mengaku, ikhwal dia menerima uang Rp 5 juta dari Dedek, juga diakuinya pada penyidik dari Polres Sabang. ” Dulu sempat dihajar oleh Haji Anwar juga (wartawan Harian Medan Bisnis), karena itu saya jadi ndak enak hati juga,” ungkap Andi.***

Sumber: Tabloid MODUS ACEH, Edisi 30, 21-27 November 2016

Komentar

Loading...