JKA Plus Melawan Lupa

JKA Plus Melawan Lupa
(FB milah yabmob)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mengutip status facebook Milah Yabmob, Senin (12/06/2017). Milah Yabmob membuka statusnya dengan judul “Cowboy siap beraksi. Return of the Cowboy (kembalinya Cowboy, red)”.

Setelah itu, Milah Yabmob melanjutkan penjelasan menjelang pelantikan Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf. “ Tak lama lagi, hanya hitung hari, gubernur terpilih, Irwandi Yusuf akan dilantik dan segera melakukan kerja-kerja nyata. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mereformasi bidang kesehatan secara besar-besaran melalui JKA Plus.” jelas Milah Yabmob serta dilanjutkan beberapa penjelasan lainnya, di media sosial, Senin (12/06).

Status Milah Yabmob, tentu saja relevan. Sebab, selain Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah mau dilantik, juga reformasi bidang kesehatan menjadi program unggulan pasangan yang diusung lima partai politik tersebut.

Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah dalam program unggulannya mengatakan, periode 2017-2022 pemerintahannya akan menjalankan 15 program unggulan. Urutan pertama, 15 program unggulan Irwandi-Nova adalah Aceh Seujahtra (JKA Plus).

Program unggulan JKA plus, merupakan singkatan dari Jaminan Kesejahteraan Aceh yang meliputi; pemenuhan akses layanan kesehatan gratis yang lebih mudah, berkualitas dan terintegrasi bagi seluruh rakyat, pemberian santunan untuk kalangan masyarakat usia lanjut, pembangunan rumah sakit regional tanpa menggunakan hutang luar negeri (Loan), dan mengembalikan ruh JKA yang pernah dirasakan oleh masyarakat.

Niat baik itu patut diberi apresiasi, karena soal pelayanan kesehatan di Aceh masih ada masalah. Kini juga tim pilihan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, disebut-sebut sedang menyusun draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) hebat 2018-2022. Maka, bagaimana memberi pelayanan JKA Plus, tentu akan diatur dalam RPJMA tersebut.

Bahkan, tim RPJMA yang sedang bekerja juga terlibat pihak yang berpengalaman. Misal, bidang kesejahteraan sosial ikut terlibat mantan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Dr. dr. M. Yani, M. Kes, PKK. Sosok M. Yani tentu bukan orang baru. Ia paham berbagai persoalan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) era Pemerintahan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar. Begitu juga pada pelaksanaan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA).

Begitupun, era pelaksanaan JKA periode Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, ada segudang persoalan yang ditemukan tim pengawas JKA. Berdasarkan data yang diperoleh dari ketua tim Pengawas Rustam Effendi beberapa pekan lalu, permasalahan dalam pelaksanaan JKA salah satunya tingkat kehadiran tenaga medis belum optimal. Walaupun secara administrasi, daftar absensinya terpenuhi.

Kemudian, masih ditemui item-jenis obat yang tertera-ditulis dalam resep, tidak ada dalam daftar plafon dan harga obat (DPHO). Ada juga temuan ketika itu, tindakan operasi sering dilakukan bukan oleh dokter spesialis-dokter ahli. Melainkan, dikerjakan oleh PPDS yang sedang tugas belajar.

Selanjutnya, terjadinya keterlambatan penyaluran dana kapitasi kepada Puskesmas dan keterlambatan pencairan klaim tagihan dari rumah sakit (RSUD Kabupaten/Kota dan RSUD ZA).

Adanya kasus-kasus kesalahan dalam pengajuan besaran-jumlah klaim tagihan oleh pihak rumah sakit kepada pihak PT. ASKES. Maka mengakibatkan terjadinya pembengkakan nilai tagihan (mark up), sehingga harus diverifikasi ulang. Sedangkan temuan di Dinas Kesehatan Aceh, aktivitas pemantauan, koordinasi, dan evaluasi masih sangat terbatas dilakukan. Sehingga, pelbagai persoalan yang terjadi di daerah-daerah, seperti kekisruhan pembagian jasa medis, adanya pasien yang membeli obat dengan uang sendiri, kesalahan penulisan resep obat oleh dokter, keterlambatan pembayaran tagihan klaim rumah sakit, dan lain-lain, tidak tertangani secara cepat dan tepat.

Begitu juga di masyarakat, masih adanya pengutipan dana untuk transportasi “ambulans” bagi anggota masyarakat/peserta program. Nah, berbagai gambaran temuan itu, semoga bisa melawan lupa terhadap persoalan pelayanan kesehatan di Aceh, guna menuju JKA Plus.***

Komentar

Loading...