Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Kartiwi Daud Bergabung dengan Mualem, Ini Alasannya.

Kartiwi Daud Bergabung dengan Mualem, Ini Alasannya.
Kartiwi Daud (Juli Saidi/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mantan ajudan Irwandi Yusuf dan juga mantan juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Lhok Tapaktuan, Kartiwi Daud telah memutuskan untuk kembali bergabung dengan Muzakir Manaf atau akrab dipanggil Mualem.

Keputusan itu diambil setelah Kartiwi Daud bertemu langsung dengan Muzakir Manaf di rumahnya, Ulee Kareng, sekitar 20 Desember 2016 lalu. Bahkan, ketika rekan -rekannya bertanya pada Kartiwi Daud, ia mengatakan di Pilkada 2017 Muzakir Manaf harus menang. " Bagi saya kali ini harus menang Mualem," kata Kartiwi Daud, dengan Bahasa Aceh, menjawab pertanyaan beberapa temannya, di salah satu warung Kopi, Pangoe, Banda Aceh, Selasa (10/01/2016).

Pada MODUSACEH.CO, Kartiwi Daud menjelaskan panjang lebar kenapa ia memilih untuk mendukung Mualem.

Bagi Kartiwi Daud kekompokan masyarakat Aceh, terutama mantan kombatan GAM mesti dirajut kuat demi Partai Aceh. " Saya mendukung Mualem bukan karena jabatan, tapi demi kekompakan," katanya. Masih pengakuan Kartiwi Daud, jika ada yang tidak sepakat dengan oknum dalam PA, maka jangan dikorbankan PA. Sebab, kelahiran partai lokal ini penuh sejarah yang tak bisa dilupakan.

Konon lagi, dalam proses perdamaian antara GAM-RI, hampir gagal karena pihak GAM mengusulkan di Aceh harus ada partai lokal, hal tersebut disampaikan oleh juru runding kepada kombatan, ketika mereka pulang ke Aceh, setelah perdamaian terkait liku liku proses damaian yang penuh dengan tantangan.

Tapi, dengan berbagai negosiasi dilakukan, akhir partai lokal ada di Aceh. Bahkan, lanjut Kartiwi Daud, akhir-akhir ini, para tokoh yang terlibat langsung dalam melahirkan PA, ada yang memilih jalan masing-masing. "Fakta ini justru tidak menguntungkan PA dan Aceh umumnya. Bagi saya marah sama nyamuk, jangan bakar kelambu," ujar Kartiwi Daud.

Kemudian, Kartiwi Daud menyadari dari berbagai pengalaman sejak Pilkada 2007 dalam internal GAM sempat pecah, terutama antara kelompok orang tua dengan kelompok muda. Dan berlanjut pada Pilkada 2012, menurut Kartiwi Daud, pecahnya mantan kombantan GAM pada Pilkada 2012, ia ikut menyesalinya.

Sebab tidak menguntungkan dalam membangun Aceh. Kartiwi Daud menuturkan, perpecahan mantan kombantan dalam Pemilu 2014 silam, mestinya partai lokal berjaya di Aceh, namun yang terjadi justeru perpecahan semakin merugikan partai lokal sendiri. "Agar PA tetap eksis, harus dengan kekompakan," kata Kartiwi Daud. Karena itu, jika ramai-ramai meninggalkan PA, justru merugikan partai. Alasannya, bisa jadi PA nanti akan diambil alih oleh oknum-oknum yang anti PA. "Jadi itu alasan saya mendukung Mualem," ujar Kartiwi Daud.

Lanjut Kartiwi, ia memilih kembali pada  Mualem tidak ada perselisihan dengan Irwandi Yusuf. Tapi karena alasan agar PA harus kuat, maka mendukung Muzakir Manaf. "Saya tidak ada konflik apa-apa dengan Bang Wandi," jelas Kartiwi Daud.

Lalu, Kartiwi Daud mengajak, mari evaluasi bersama, terutama para tokoh GAM, agar Partai Aceh yang telah dibentuk bersama tetap kuat di Aceh dan bisa membawa perubahan bagi masyarakat Aceh. " Setiap kita ada kelemahan dan kelebihan, maka mari kita padukan," katanya.*** 

Komentar

Loading...