Breaking News

Setelah Hasil Tes Baca Qur'an

KIP Aceh Kembali Ogah Publikasi Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah. Ada Apa?

KIP Aceh Kembali Ogah Publikasi Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah. Ada Apa?
Penyerahan hasil tes kesehatan calon kepala daerah. Photo: Modusaceh.co/Irwan Saputra
Banda Aceh | Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Rabu malam (28/9/2016) menerima hasil tes kesehatan dari tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil tes dari 187 calon kepala daerah dan wakil calon kepala daerah tersebut terdiri dari 94 pasangan calon bupati dan wakil bupati, calon walikota dan wakil walikota dari 20 kabupaten/kota di Aceh, dan 6 pasangan calon Gubernur Aceh.
Namun, hasil tes tersebut tidak akan dipublikasi ke publik, alasan Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi, itumelanggar ketentuan undang-undang yang telah ditetapkan.

“Dokumen ini (hasil tes) tidak akan diberitahukan ke publik. Namun, kami akan memberitahukan calon kepala daerah yang sehat atau tidak sehat, bebas narkoba atau tidak. Jadi ini bukan seperti melaporkan lembaran hasil kekayaan pejabat negara,” ujar Ridwan Hadi saat konferensi pers sebelum prosesi penyerahan hasil tes kesehatan dari tim dokter RSUD Zainoel Abidin ke KIP Aceh di di Media Center KIP Aceh, Rabu malam.

Ridwan Hadi menjelaskan, KIP Aceh bukan tidak mau mengumumkan hasil tes kesehatan tersebut kepada publik, melainkan aturanlah yang melarangnya. Begitupun ia mengaku mengetahui ada salah satu LSM di Aceh yang mencoba mempertanyakan alasan KIP tidak mempublikasi hasik tes kesehatan dengan dalih bahwa ini adalah informasi publik, dan ingin menggugat ke Komisi Informasi Aceh (KIA).

“Silahkan saja, dan kami jika memang itu keinginan KIA meminta kita untuk dipublikasi akan kita turuti,” kata Ridwan. Karena menurut Ridwan, tidak semua harus dilampirkan dan dipublikasi pada publik. Apakah saat dia makan ikan asin juga akan dipublikasi ke publik,” ujarnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional-Aceh Amensyah Thay, Wakil Direktur RSUD Zainoel Abidin, dr. Nurnikmah M.Kes dan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh dr. Safrijal Rahman, SpOK.***

Komentar

Loading...