Iklan Idul Fitri 1438

Jenderal Dituduh Makar Itu Kembali Berjasa Bagi NKRI

Kivlan Zein Bebaskan Sandera WNI dari Abu Sayyaf

Kivlan Zein Bebaskan Sandera WNI dari Abu Sayyaf
Islam Times

Jakarta | "Alhamdulillah, dua sandera lagi bebas tanggal 12 Desember, tepat hari lahirnya Nabi Muhammad SAW," begitu ujar Kivlan Zein, langsung dari Filipina, melalui pesan singkat, Senin (12/12/2016) malam. Inilah untuk kesekiannya kalinya mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, membantu pembebasan WNI korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Kali ini, dua WNI atas nama M Nasir alias M Syarif dan Pieter dibebaskannya.

Kivlan Zein menceritakan, dirinya datang ke Manila, Filipina, pada Kamis, 8 Desember 2016. Selanjutnya, ia melakukan pembicaraan dengan mantan pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Missuari dan Thaher selaku perunding pembebasan. Ia meminta Missuari secara langsung, agar membebaskan kedua WNI sisa sandera dari kelompok Abu Sayyaf pimpinan Al Habsyi Mesaya.

Kedua WNI tersebut adalah orang-orang yang diupayakan pembebasannya oleh Kivlan Zein sejak Agustus 2016. "Dan saya (sudah) bicara langsung dengan Al Habsyi Mesaya dan kedua terculik pada 27 Oktober 2016," jelasnya. Selanjutnya, Kivlan Zein menyerahkan upaya pemulangan kedua WNI sandera terakhir tersebut melalui Brigjen Erwin untuk selanjutkan diserahkan kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kivlan Zein sendiri sudah berteman dengan Nur Missuari sejak dirinya bertugas dalam pasukan perdamaian di Filipina Selatan pada 1995-1996. Dan Al Habsyi Messaya pernah menjadi pengawal Nur Missuari saat menjabat Gubernur Otonomi Muslim di Mindanau atau ARMM pada 1996-2001. Sebelumnya, otoritas Filipina merilis dua WNI, Mohammad Nasir dan Rubin Pieter, berhasil dibebaskan pada Senin (12/12/2016) sore waktu setempat. Kedua WNI tersebut diculik kelompok militan Abu Sayyaf di perairan Sulu, Filipina, sejak 22 Juni 2016 lalu.

Sebelumnya, Polri dan TNI menangkap Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (KZ) di rumahnya, Gading Griya Lestari Blok H 1 no 15 RT 02 RW 09, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kivlan diduga kuat melakukan perencanaan perbuatan makar. Kivlan dijemput aparat gabungan pada Jumat (2/12/2016), sekitar pukul 04.30 WIB. Proses penangkapan Kivlan berlangsung cepat. Itu diungkapkan penjaga rumah Kivlan, Sarkim. "Ada yang datang ke rumah tahu-tahu enggak tanya dan langsung masuk saja. Bapak (Kivlan) waktu itu baru selesai salat subuh di dalam kamar," kata Sarkim di lokasi, Jakarta Utara, Jumat (2/12/2016).***

Komentar

Loading...