Iklan Kapal Cepat

Hasil Musda III KAHMI Kota Banda Aceh

Lima PresidiumTerpilih  

Lima PresidiumTerpilih  
dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Musyawarah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banda Aceh, berakhir dengan terpilihnya lima Presidium KAHMI Kota Banda Aceh Periode 2017-2022, yang di gelar di Aula Balai Kota, Gedung Walikota Banda Aceh, Kampung Baru, Banda Aceh, Sabtu, (11/11/17).

Kelima presidium tersebut adalah, Muhammad Saleh (meraih 29 suara), Sabri Bahruddin (28), Mastur Yahya (27), Zulhaini Sartika (24) dan Deni Ardiansyah 23 suara. Sebelumnya, ada sembilan calon presidium yang mendaftar diri yaitu, Syafwan (meraih 7 suara) serta Farah Fadilah (11 suara). Karena jumlah tersebut kalah banyak, maka dipilih lima dari sembilan suara terbanyak.

Musda III KAHMI Kota Banda Aceh tema; Kontribusi Alumni HMI Untuk Percepatan Pembangunan Aceh, dibuka Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, dan dihadiri sejumlah Presidium Majelis Daerah (MD)-KAHMI Banda Aceh, dan sejumlah tamu undangan lainnya, serta disaksikan ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kota Banda Aceh.

Koordinator Presidium MD-KAHMI Kota Banda Aceh, Ramadhana Lubis, yang juga anggota DPR Aceh, mengatakan. Kepengurusan KAHMI Kota Banda Aceh Periode 2011-2016. Namun, karena satu dan lain hal, baru sekarang (2017) dapat dilakukan Musda III. “Berarti telah lewat satu tahun. Mudah- mudahan kepengurusan kedepan tepat waktu,” harap  Ramadhana. Sementara itu, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman pada peserta Musda III KAHMI Banda Aceh mengatakan. Dia berusaha menegakkan tata kelola Kota Banda Aceh berdasarkan syariat Islam. Itu juga sesuai dengan visi-misinya bersama Wakil Walikota Zainal Arifin, mewujudkan Kota Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariat Islam.

Namun, diakui Aminullah Usman, banyak kendala yang dihadapi untuk mewujudkan semua itu. Terlebih, banyak warga Banda Aceh yang belum berbudaya dengan penerapan syariat Islam. Makanya, banyaknya dilakukan kegiatan keagamaan.

Itu sebabnya, ia berharap warga Kota Banda Aceh sadar dan merubah kebiasaan buruk dan menjalani kehidupan sesuai syariat Islam. ”Kita adakan zikir, dan macam- macam acara keagamaan. Alhamdulillah, masyarakat antusias. Kita berharap, warga Banda Aceh menjadi pelopor dalam bersyariat Islam,” harapnya.

Bahkan, katanya, untuk menunjang fasiltas berzikir, ia sudah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ia meminta kerajaan Arab Saudi membangun Gedung Zikir di Banda Aceh bertaraf Internasional. “Mereka antusias, bahkan meminta supaya sekaligus dibangun museum sejarah Islam di Banda Aceh. Apalagi, Aceh merupakan tempat Islam masuk pertama di Indonesia,” ujarnya.***

Komentar

Loading...