Mendikbud Percepat Revitalisasi Sekolah Korban Gempa Pidie Jaya

Mendikbud Percepat Revitalisasi Sekolah Korban Gempa Pidie Jaya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)
Penulis
Sumber
okezone.com

JAKARTA | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan ke Aceh, Minggu 1 Januari 2017. Ini merupakan kunjungan kali ketiga sejak gempa di Pidie Jaya pada 7 Desember lalu. Dalam kunjungan kali ini, ia manfaatkan untuk memastikan sekolah-sekolah yang dibangun baik secara darurat maupun permanen sudah dapat digunakan saat mulai masuk sekolah usai liburan semester.

"Saya ingin memastikan agar sekolah darurat segera beroperasi sehingga lusa tanggal 3 sudah bisa digunakan untuk aktivitas belajar," ujar Muhadjir dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (2/1/2017). Sebelumnya, Mendikbud juga sudah meminta para direktur terkait untuk datang lebih dulu ke Aceh. Mereka ditugaskan memantau beberapa titik yang memerlukan perhatian.

"Kali ini liburan tahun baruannya kita tunda dulu supaya anak-anak kita bisa sekolah," lanjutnya. Hari ini, mantan rektor Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) itu dijadwalkan mengunjungi beberapa sekolah usai rapat dengan jajaran Kemdikbud, dinas pendidikan dan pemerintah setempat di Pidie Jaya.

Beberapa sekolah yang akan dikunjungi antara lain SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru di Kabupaten Pidie Jaya, SDN Jalan Rata Bandar Baru, SMK Bandar Baru, SMK Kesehatan Putro Nanggroe, SDN Tampui dan SMPN 4 Trienggading serta SMAN 1 Trienggading. Revitalisasi sekolah terdampak bencana menjadi proritas Kemdikbud. "Komitmen kami untuk memperbaiki sekolah yang rusak akibat bencana sudah saya perintahkan sejak dua hari pasca gempa. Ini tinggal memastikan semua berjalan sesuai target," tegasnya.

Hasil pemantauan tim Kemdikbud terkait kerusakan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan dilaporkan, terdapat 65 sekolah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 35 Sekolah Dasar (SD), 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 13 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 6 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, terdapat juga 81 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kerusakan sarana dan prasarana dengan tingkat rusak sedang dan berat.

Muhadjir memaparkan, total anggaran Rp68,2 miliar akan digunaka untuk bantuan rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan yang rusak akibat gempa. Dari Rp68,2 miliar tersebut rincian yaitu pada tahun 2016 akan disalurkan sebesar Rp25,8 miliar, dan tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp42,4 miliar.***

Komentar

Loading...