Breaking News

Menjadi Saksi di Persidangan, Keterangan Maya Berbeda dengan BAP

Menjadi Saksi di Persidangan, Keterangan Maya Berbeda dengan BAP
Foto MODUSACEH.CO/Mirna Gustina
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna Gustina

Banda Aceh | Pengadilan Negeri Banda Aceh, melaksanakan sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan tersangka SPS (23) atau akrab disapa M, bersama ZF (31), oknum anggota Brimob Polda Aceh yang bertugas di Kabupaten Nagan Raya.

Keduanya ditangkap Kepolisian di Gampong Geuceu Iniem, Banda Aceh, pada Rabu, 8 Maret 2017 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah Rabu, 7 Juni 2017 lalu, Majelis Hakim memeriksa ZF sebagai saksi mahkota untuk terdakwa MPS. Sidang hari ini M mendapat giliran menjadi saksi untuk terdakwa Z, dihadapan majelis hakim yang Cahyono SH MH (ketua), Nani Sukmawati SH MH, Cahyono SH MH dan Ngatemin SH MH (anggota).

Diawal persidangan M sempat mengatakan bahwa terdakwa Z datang ke rumahnya pada Rabu pagi, 8 Maret 2017 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia mangatakan bahwa Z merupakan teman H, orang yang menjaga rumahnya. Saat itu H meminta izin kepadanya agar temannya Z diperbolehkan untuk tinggal beristirahat sejenak di salah satu kamar di rumahnya.

“Apakah saksi memberikan izin kepada terdakwa untuk beristirahat yang saksi sendiri berstatus istri orang,” tanya majelis hakim.

“Saat itu terdakwa sudah berada di dalam rumah, jadi mau tidak mau saya memberikan izin,” kata M.

Lalu Hakim bertanya kembali, apa saja kejadian atau hal-hal yang terjadi sejak pertama Z datang hingga terjadinya penggerebekan pada pukul 14.00 WIB dan bagaimana kronologisnya. M menjawab tidak ada terjadi apa-apa hanya saja menjelang siang Z menelponnya dan mengatakan bahwa barang sudah siap.

“Zahrul menelpon saya dan mengatakan Bunda, sudah siap ya".

Semula saat itu awalnya saya menolak, tetapi Zahrul mengatakan tidak apa-apa sehingga saya mau menggunakan barang tersebut. Saat saya masuk ke dalam kamar tersebut pintunya saya tutup tetapi tidak saya kunci, lalu saya memakai sabu yang telah disiapkan Zahrul. Tidak lama kemudian baru tiga kali hisap atau sekitar 10 menit ada yang menggedor pintu kamar sambil mengatakan;buka....buka.

Lalu karena panik saya langsung mengunci pintu tersebut dan melompat dari jendela kamar yang berlantai dua,” cerita M sambil terbata-bata.

Namun, kesaksian M mendapat bantahan dari Majelis Hakim Nani Sukmawati SH MH. Dia mengatakan, kesaksian M berbeda dengan keterangan yang diberikan pada pihak kepolisian  yang kesaksian tersebut turut ditanda tangani M sendiri.

Di BAP  kepolisian tertulis bahwa terdakwa Z tidak datang Rabu, melainkan menginap semalam di rumahnya dan M tidak hanya sekali menggunakan sabu tetapi sebelumnya ia menghisap sabu di kamar mandi sendirian.

Majelis hakim Nani Sukmawati kembali bertanya. "Kamu tadi mengatakan  baru pertama kali bertemu terdakwa lalu bagaimana terdakwa menelpon kamu dan mengajak kamu menggunakan sabu tersebut? Apakah itu masuk dilogika?" tanya Nani kembali.

"Mungkin saya lupa yang mulia terdakwa datang agak pagian bukan jam 09.00 WIB," sanggah Maya.

"Maya saya ingatkan kembali bahwa kamu tadi sudah disumpah, jadi saya harap kamu jujur saja karena semakin kamu berputar-putar dan tidak jujur maka akan semakin memberatkan hukuman kamu. Di laporan polisi kamu mengatakan terdakwa datang dan menginap di rumah kamu sehari sebelum kejadian. Apa perlu kita hadirkan polisinya kembali untuk dimintai keterangan?  Mana ini yang benar," tegas Nani.

Selanjutnya dengan tertunduk M mengatakan bahwa keterangan yang di kepolisianlah yang benar dan saat dikonfirmasikan ke terdakwa Z, ia tidak membantah keterangan saksi yang diberikan M. Ia membenarkan semuanya.

Selanjutnya dari pertanyaan para majelis hakim, M mengatakan telah memakai sabu sejak enam bulan lalu bersama salah satu teman perempuannya di Nagan Raya. 

"Saya menyesal telah menggunakan barang haram tersebut," diakhir pernyataannya sambil menangis tersedu-sedu.***

Komentar

Loading...