Iklan Kapal Cepat

Menurut AHY, Ini Syarat Agar Indonesia Capai Masa Emas Tahun 2045

Menurut AHY, Ini Syarat Agar Indonesia Capai Masa Emas Tahun 2045

Banda Aceh | Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh, Senin, (13/11/17).

Acara itu dihadiri oleh rektor Unsyiah Prof. Samsul Rizal, dan akademisi, anggota DPR RI dari Partai Demokrat asal Aceh, T. Riefky Harsya bersama Muslim Aiyub, dan sejumlah anggota DPR Aceh dari partai Demokrat, serta ribuan mahasiswa dan mahasiswi.

Dalam kesempatan itu, AHY mengucapkan keprihatinan atas bencana banjir di Aceh Singkil, dan mengucapakan selamat atas dianugerahi gelar pahlawan nasional untuk putri asal Aceh, Malahayati, "senang rasanya, bisa kembali ke Aceh, setelah di tahun 2003 bertugas di Aceh, pada masa konflik," ucapnya.

Baca: AHY: The World Is Smaller

Menurut putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono ini, ada tiga syarat supaya Indonesia masuk pada masa emas di tahun 2045. Tepat seratus tahun setelah Indonesia merdeka. Tiga syarat yang dimaksud adalah;  pertama, Indonesia harus aman dan damai. Katanya, jika suatu negara terus dilanda konflik, tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, yang didapat adalah kekacauan terus terjadi dimana-mana.

Selanjutnya, Indonesia harus sejahtera. Artinya, pembangunan di Indonesia harus dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Dimana, lapangan kerja harus dibuka seluas-luasnya untuk bangsa Indonesia. Sehingga, masyarakat merasa pemerintahan itu ada untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. "Indonesia harus mendunia. Indonesia harus dikenal baik oleh dunia luar. Kita banyak punya wawasan leluhur. Tapi, kita tidak memaksimalkannya. Bangsa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang siap mempersiapkan generasi," kata AHY disambut gemuruh mahasiswa-mahasiswi yang hadir.

Kemudian, syarat ketiga adalah kepemimpinan yang efektif. Menurutnya, faktor kepemimpinan yang efektif sangat menentukan kemajuan bangsa Indonesia. Dimana, jika tidak pintar mengajak masyarakat, maka akan mustahil memajukan Indonesia secara individu. Pemimpin, harus bisa mempersatukan rakyat Indonesia, bersama-sama membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. "Mari kita bermimpi lebih besar, kerja keras dan berjuang untuk mewujudkan ini semua," harap mantan anggota TNI berpangkat mayor itu.

Apalagi, sekarang ini negara-negara luar terus mengembangkan robot untuk mengganti peran manusia. Tentu, ada kekhawatiran masyarakat. Suatu saat nanti, pekerjaan sudah tidak dibutuhkan lagi, "jangan ada anggapan, tidak usah kuliah lagi, nanti akan diganti peran kita oleh robot. Justru, kita harus berpacu menyaingi robot tersebut. Pastilah, robot itu ada kekurangan. Kekurangan itulah yang harus kita manfaatkan," ulas AHY.

Itu sebabnya, menurutnya dengan SDM yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, akan mampu mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. "Ada indikator untuk kita bisa melakukan itu. Dulu, saat krisis ekonomi 1999, hanya butuh waktu 10 tahun, Indonesia sudah masuk 20 negara didunia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Diprediksi pada tahun 2045, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kita 10 kali lipat. Artinya, kita akan bisa maju seperti negara barat yang maju sekarang ini. Namun, kita harus bekerja keras untuk mencapainya, jadi nothing impossible (tidak ada yang tidak mungkin)," sebut cucu Jenderal Sarwo Edhie itu.***

Komentar

Loading...