Mereka Bicara Sosok Alm Abu Ibrahim Woyla

Mereka Bicara Sosok Alm Abu Ibrahim Woyla
Foto Alm. Abu Ibrahim Woyla dipajang di makamnya.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Setelah Abu Ibrahim Woyla wafat tahun 2009 lalu, Minggu (01/10/2017) saya  mengunjungi makamnya, di Desa Pasie Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat. Di makam almarhum Abu Ibrahim Woyla, Minggu siang (01/10) juga berlangsung aktivitas masyarakat di sana, ada yang berziarah dan melepaskan hajat (nazar).

Pengakuan anak nomor dua Abu Ibrahim Wayla, Hayatun Nufus, makam itu saban hari ramai dikunjungi masyarakat. Selain aktivitas di makam, saya juga melakukan pendalaman kepada beberapa sumber lain.

Bahkan termasuk orang yang pernah bertahun-tahun bersama almarhum Abu Ibrahim Woyla. Tgk. H. Muhammad Amien mulai diajak almarhum Abu Ibrahim Woyla untuk musafir, sejak usianya 15 tahun lebih.

Makanya, kurang lebih satu jam bersama Tgk. H. Muhammad Amien, Selasa (03/10), ia mengisahkan bagaimana sosok Abu Ibrahim Woyla masih hidup.

Menurut Tgk. H. Muhammad Amien, semasa hidup, Abu Ibrahim Woyla tidak selalu melakukan perjalanan ghaib. “Sesuai kebutuhan,” kata Tgk. H. Muhammad Amien.

Selain itu, saya juga mewawancarai langsung dengan putra kandung Abu Ibrahim Woyla yaitu Tgk. Zulkifli. Anak bungsu Abu Keramat begitu masyarakat memanggil Abu Ibrahim Woyla semasa hidup, juga mengisahkan bagaimana sosok dan kelebihan-kelebihan ayahnya itu.

Bukan hanya anaknya saja, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh Dr. H. Syamsuar, M, Ag, di ruang kerjanya, Senin(02/10) mengatakan, ia mulai kenal dengan Abu Ibrahim Woyla sejak pertama tugas di Meulaboh pada tahun 1995-1997.

“Beliau orang alim, beberapa kali kami jumpa beliau di rumah Abu Nek Ali, dan sering beliau dikasih sumbangan, nanti sumbangan itu siapa jumpa dikasih lagi,” kata akademisi itu.

Begitu juga dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Tgk. H. Abdul Rani Adian. Katanya Abu Ibrahim Woyla dikenal ulama sufi. “Kami mengatakan bahwa beliau salah satu Wali Allah yang ada di Aceh,” ujarnya.

Bagaimana kisah Abu Ibrahim Woyla semasa hidup, baca selengkapnya di Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, edisi cetak Senin (09/10).***

Komentar

Loading...