Iklan Kapal Cepat

Obama 'Menangis' Saat Pidato Perpisahan

Obama 'Menangis' Saat Pidato Perpisahan
Presiden AS Barack Obama menangis dalam pidato perpisahan di Chicago (REUTERS/Jonathan Ernst)
Penulis
Rubrik
Sumber
viva.co.id

Chicago | Presiden Amerika Serikat Barack Obama (55) dan istrinya, Michelle Obama (53), menyampaikan pidato perpisahan di McCormick Place, Kota Chicago. Tak hanya Obama, Wakil Presiden Joe Biden (75) beserta istrinya, Jill Biden (66), turut hadir dalam acara tersebut. Dalam pidatonya itu pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB, Obama tampak emosionil. Bahkan, dalam suatu momen, dia tak kuasa meneteskan air mata di hadapan ribuan pendukungnya.

Obama menyatakan bahwa AS sudah mengalami pencapaian yang luar biasa selama sepuluh tahun kepemimpinannya. Namun, dia berpesan kepada rakyat Amerika – terutama kepada para pendukung Partai Demokrat – agar mendukung penuh kepemimpinan presiden baru, Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang.
“Dukungan kepada kepemimpinan yang baru menunjukkan demokrasi yang sejati dari bangsa Amerika,” seru Obama yang disambut gemuruh para pendukungnya, dalam tayangan yang disiarkan tvOne.

Gedung Putih mengatakan bahwa Obama merupakan presiden pertama yang kembali ke kampung halamannya untuk menyampaikan pidato perpisahan. Tradisi perpisahan oleh Presiden AS kali pertama dilakukan oleh George Washington pada 1796. Mengapa Obama memilih Chicago ketimbang Gedung Putih? Mengutip situs BBC, Rabu, 11 Januari 2017, alasan Obama memilih Chicago lantaran dianggap sebagai kampung halaman kedua setelah Hawaii.

Sebelum menjabat sebagai Presiden, Obama pernah bekerja sebagai pengacara dan mengajar mata kuliah hukum konstitusi di Fakultas Hukum, Universitas Chicago, periode 1992-2004. Di kota ini ia pernah menetap lama beserta istri dan dua anaknya sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden AS ke-44 pada 2008 lalu. Di Chicago pula, Obama belajar banyak hal yang membuatnya piawai mengelola negara selama dua periode.

"Pidato saya ini tidak akan menjadi pidato anti-Trump. Itu bukan sifat seorang negarawan. Seluruh arga Amerika harus saling bekerjasama untuk menuju perubahan yang lebih baik," ujar Obama. Kota Chicago juga tercatat dalam sejarah AS di mana presiden pertama AS dari kulit hitam berhasil memenangkan hati warga AS. Bahkan, Obama diberi kepercayaan memerintah selama dua periode.

Tak hanya itu, di kota inilah Obama berhasil mengalahkan Mitt Romney dalam Pemilihan Presiden AS 2012. Pidato perpisahan Obama ini dihadiri lebih dari 20 ribu pendukungnya, yang mayoritas warga keturunan Afro-Amerika. Bahkan, tiket untuk menghadiri pidato perpisahan Obama di Chicago laris diperjualbelikan di situs online dengan harga US$1.000 per lembar atau Rp13,3 juta. Pelantikan Donald John Trump menjadi Presiden AS ke-45 akan dilaksanakan di Washington DC pada 20 Januari, waktu setempat, atau 21 Januari 2017 waktu Indonesia.***

Komentar

Loading...