Iklan Idul Fitri 1438

Diduga Lakukan Pelanggaran Saat Debat Kandidat

Panwaslih Aceh Panggil Apa Karya

Panwaslih Aceh Panggil Apa Karya
dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, hari ini, Rabu (11/1/2017), telah selesai meminta keterangan dari calon Gubernur Aceh Nomor Urut 2, Zakaria Saman atau akrab disapa Apa Karya. Diduga, dia telah melakukan  pelanggaran saat debat kandidat tahap satu beberapa waktu lalu di Hotel Hermes Banda Aceh. Pemerikasaan itu dilakukan di Kantor Panwanlih Aceh, Banda Aceh. Pemanggilan Apa Karya oleh Panwaslih, berdasarkan surat rekomendasi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh dan Panwaslih sebagai lembaga pegawas berhak memintai keterangan tentang pelangaran yang dilakukan.

Namun, usai pemeriksaan pada MODUSACEH.CO, Apa Karya mengatakan. Ada beberapa  pernyataan yang dipersoal KPIA, yaitu mengenai ucapan yang dilontarkannya saat debat kandidat tahap satu itu. "Ada beberaap statemen saya yang dipersoalkan seperti (bek pileh mie dalam karung) jangan pilih kucing dalam karung. Artinya, jangan pilih pemimpin tanpa mengetahui latar belakangnnya. Ada lagi tentang, (tinggai Apa) tinggal apa. Itu artinya yang belum pernah memimpin Aceh cuma Apa. Yang dimaksud Apa adalah Apa Karya atau Zakaria Saman,” ujarnya.

Begitupun, Apa Karya mengaku tetap kooperatif apa bila diminta keterangan lanjutan. Namun Zakaria Saman juga mempertanyakan sikap Panwaslih Aceh yang terkesan tembang pilih. Dia memberi contoh ketika pasangan nomor urut 5 yang  mengatakan; bek tuh ek dalam gaca minyek angen (jangan buang air besar dalam kaca minyak angin). Kejadiaan itu sebut Apa Karya, di depan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), tapi mengapa Panwaslih Aceh tidak memangil mereka. "Saya percaya kalau Allah SWT mehendaki saya menjadi Gubernur Aceh, apapun yang terjadi saya pasti jadi gubernur, karena janji Allah itu pasti,” sebut Apa Karya, yakin.***

Komentar

Loading...