Pembangunan Gedung Oncology Akhirnya Dihentikan

Pembangunan Gedung Oncology Akhirnya Dihentikan
Modus Aceh/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Fakruddin,SIP,M.Si, Kuasa Pengguna Anggarana (KPA) pembangunaan Gedung onkology milik Rumah Sakit Umum Daerah Zainael Abidin (RSUDZA) Banda Aceh mengatakan. Pihaknya telah menghentikan pembangunan gedung oncology yang dikerjakan PT. Araz Mulia Mandiri dengan nilai kontrak Rp 39 miliar lebih. “Dari kemarin (11/10/17), sudah kita hentikan pekerjaannya untuk sementara. Kita ikuti rekomendasi yang dikeluarkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Aceh, “jelas Fakruddin,SIP,M.Si yang juga Wakil Direktur RSUDZA di ruang kerjanya, Banda Aceh, Kamis, (12/10/17).

Selanjutnya, tentang langkah yang diambil akan menunggu rekomendasi dari TP4D. Termasuk, akan memutuskan kontrak dengan PT. Araz  Mulia Mandiri. “Semua mekanisme akan kita ikuti, termasuk akan membayar kepada PT. Araz  Mulia Mandiri sesuai dengan volume kerja. Dan itu semua akan dihitung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh, “ungkapnya. Baca Juga : Diduga, Ada Sejumlah Oknum Wartawan ‘Bermain’.

Sebut Fakruddin,SIP,M.Si, semua proses lelang ada pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh. Sebab menggunakan sistem Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE). Sedangkan, KPA dan PPATK dari RSUZA hanya sifatnya sebagai pengguna anggaran. “Kita juga merasa dibohongi, sebab PT. Araz Mulia Mandiri tidak memberitahu kami jika perusahaan mereka telah masuk daftar hitam (black list), “ujarnya.

Begitupun, dia beralasan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) selaku lembaga resmi dari pemerintah, baru menghapus Sertifikat Badan Usaha (SBU) dari website LKPP pada 28 September 2017. Sedangkan pendatanganan kontrak sebelum bulan September 2017 . “Coba kalau sebelum pendatanganan kontrak mereka mengeluarkan daftar black list. Pasti kejadiannya tidak seperti ini,“ ulasnya.

Sebelumnya, walau masih masuk dalam daftar hitam (black list), PT. Araz Mulia Mandiri tetap saja melakukan pekerjaan Gedung Oncology Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Padahal, putusan itu telah dikeluarkan sejak 9 Juni 2017 oleh Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS). Maklum, PT. Araz Mulia Mandiri tidak melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku dalam pembangunan lanjutan Tugu KM 0, di Sabang dengan nilai kontrak Rp 15 miliar lebih. Itu artinya, selama dua tahun, sejak sanksi itu dicantumkan. Perusaan ini tidak boleh menjadi rekanan dalam pengerjaan proyek apapun.

Kenyataannya, PT. Araz Mulia Mandiri mulus mengerjakan Gedung Oncology milik Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dengan pagu anggaran Rp 39 miliar lebih. Tak berlebihan, jika banyak pihak menduga ada kong kalikong  dalam pengerjaan proyek ini. Karenanya,  minta proyek itu untuk dihentikan pengerjaannya. Baca Juga: PT. Araz Mulia Mandiri Tetap Bekerja Bangun Gedung Oncology RSUDZA Banda Aceh.

Nasruddin Bahar dari Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) mengatakan. Pihaknya telah menyurati Direktur RSUDZA, supaya tidak memenangkan PT Araz Mulia Mandiri. Sebab, dia sudah mengetahui jika PT Araz Mulia Mandiri masuk dalam daftar hitam. Sayangnya, hingga saat ini, surat dari LPLA tidak pernah dibalas. “Tahu-tahu sudah diumumkan PT. Araz Mulia Mandiri sebagai pemenang, bahkan sudah mulai dibangun, maka saya tidak heran apa yang terjadi hari ini. Karena dari dulu sudah kita ingatkan, ” jelas Nasruddin Bahar pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, Rabu, (11/10/17).

Dia menilai ada pihak-pihak yang sengaja meloloskan proyek ini dikerjakan oleh PT Araz Mulia Mandiri. “Pihak-pihak ini harus bertanggungjawab," ungkapnya. Selanjutnya, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Aceh, bersama Direktur RSUDZA, PPTK, BPKP Aceh, APIP Inspektorat Aceh, menggelar pertemuan terkait status proyek pembangunan Gedung Oncology Center RSUDZA. Pasalnya perusahaan pemenang proyek tersebut yakni PT Araz Mulia Mandiri masuk daftar hitam (black list). Salah satu hasil yang dikeluarkan adalah merekomendasikan KPA dan PPATK dari RSUDZA Banda Aceh untuk menghentikan pembangunan yang dikerjakan PT Araz Mulia Mandiri. ***

Komentar

Loading...