Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Sidang lanjutan Dugaan Korupsi Dana Masjid

Pengacara Terdakwa Syahrul Kiram Minta Kliennya Bebas  

Pengacara Terdakwa Syahrul Kiram Minta Kliennya Bebas  
Modusaceh.co/Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mukhlis Muhktar, SH, kuasa hukum terdakwa Syahrul Kiram (30) meminta majelis hakim membebaskan Syahrul Kiram atas semua dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dugaan melakukan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013.

Menurutnya, selama masa persidangan, tidak ada bukti dan saksi yang langsung menyebutkan Syamsul Kiram bersalah dalam kasus tersebut. “Bahwa menurut kami penasehat hukum terdakwa, keterangan ahli auditor Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP)  tidak dapat dipertanggunjawabkan  secara hukum karena dalam pekerjaan pembangunan masjid, panitia telah mempergunakan dana seluruhnya untuk pemba gunan masjid sebagai fakta dalam persidangan,"kata Mukhlis dalam sidang pembelaan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kampung Baru, Banda Aceh, Jumat, (11/8/17).

Dalam kesimpulannya, Mukhlis Muhktar meminta majelis hakim untuk menolak seluruh dakwaan JPU, dan memohon membebaskan terdakwa Syahrul Kiram dari dakwaan karena tidak melanggar dakwaan primair dan subsider yang didakwa JPU. Dia juga meminta majelis hakim untuk memulihkan nama baik terdakwa dalam kedudukan, harkat dan martabat, serta membebankan biaya perkara kepada negara.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil audit yang dilakukan tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, terdapat sekitar Rp 737 juta kerugian negara dalam proyek pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie dari total Rp 1,7 miliar dana  yang bersumber dari APBA 2013. Kemudian, pemeriksaan kualitas dan kuantitas yang dilakukan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh terhadap bangunan tersebut, juga ditemukan beberapa item yang tidak sesuai spesifikasi, misal kekurangan volume. Sebab itu, Kejaksaan Negeri Pidie akhirnya menetapkan Syahrul Kiram sebagai tersangka dalam kasus itu. Selajutnya, Majelis Hakim M. Nazir SH, MH (ketua), Deny Syahputra SH, MH dan M. Fatan Riadhi SH, MH (anggota) dengan Herperiyani Effendi SH (panitera pengganti) menjadwalkan Kamis (24/08/17) dengan agenda pembacaan putusan.*

Komentar

Loading...