Iklan Idul Fitri 1438

Terkait Pengadaan Buku Budi Pekerti

Polisi Panggil Tiga Pejabat Disdik Aceh

Polisi Panggil Tiga Pejabat Disdik Aceh
ilustrasi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polresta Banda Aceh, telah memanggil pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pada proyek pengadaan Buku Budi Pekerti yang diperuntukkan untuk SD/MI dan SMP/MTsN. Pejabat yang dimintai keterangan itu adalah Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Riswan, Kasubbag Umum Rahmadani dan Kepala Bidang Pendikan Dasar (Kabid Dikdas) Abri, Spd, MPd. Bahkan, Kabid Dikdas Abri yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pengadaan buku budi pekerti itu telah dipanggil tiga kali, Riswan dan Rahmadani baru dimintai keterangan satu kali yaitu, Rabu (4/1) dan Jumat (6/1).

Kasat Reskrim, Kompol Raja Gunawan, SH mengungkapkan, pemanggilan ketiga pejabat Disdik Aceh itu hanya untuk dimintai keterangan dan mengumpulkan data-data awal yang berkenaan dengan proyek pengadaan buku budi pekerti pada anggaran di Disdik Aceh yang nilainya mencapai Rp 8 miliar. Pengadaan buku budi pekerti banyak memunculkan kejanggalan dan diduga mengarahkan pada rekanan pemenang tender pada satu orang, karena hanya mengarahkan pada satu penerbit. Gelagat tidak beres itu juga tercium Komisi V Dewan Perwakilan Daerah Aceh (DPRA), sebab pada pelelangan paket pengadaan Buku budi Pekerti itu dibagi dalam empat paket. Paket satu dengan pagu angggaran 2,182 milliar yang akan didistribusikan pada sekolah SD/MI wilayah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara, Lhoksemawe. Sedangkan pada paket II yang nilai pagu anggarannya sama diperuntukan bagi SD/MI diwilayah Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar dan Nagan Raya. Pada paket III pagu anggaran Rp 1,9 milliar untuk SMP/MTsN wilayah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Utara dan Lhoksemawe sedangkan untuk paket IV pagu anggarn Rp 2,1 Milliar untuk anak SMP/MTsN yaitu Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Nagan Raya.***

Komentar

Loading...