Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Beredar Rekaman Empat Parpol Dukung HTI

Politisi NasDem Sebut Layak Dibunuh Seperti PKI

Politisi NasDem Sebut Layak Dibunuh Seperti PKI
Istimewa/MODUSACEH.CO

MODUSACEH.CO | Sejak sepekan lalu, di media sosial (medsos) Facebook dan WhatsApp (WA) muncul rekanan yang menyebutkan Partai Gerindra, Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai pendukung organisasi masyarakat (ormas) radikal serta Hizbut tahrir Indonesia (HTI). Karena itu, layak dibunuh seperti Partai Komunis Indonesia (PKI).

Rekaman itu juga masuk ke redaksi MODUSACEH.CO. Hasilnya benar saja. Diketahui kemudian, sosok yang melempar pernyataan berbau SARA tersebut adalah Viktor Laiskodat, anggota DPR RI Partai NasDem periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nah, dari rekaman tersebut, Viktor jelas menuduh ada empat partai politik berada di belakang kelompok ekstremis dan gerakan khilafah yang ingin mengganti NKRI. Pidato tersebut dia lakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 1 Agustus 2017 lalu. Video rekaman yang redaksi dapatkan berdurasi 2,5 menit dan tidak utuh.

Dalam potongan pidato itu, terdengar secara eksplisit bahwa Viktor mengajak hadirin tidak memilih para calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai yang ada di belakang ekstremis dan gerakan pro khilafah. Ia menyebut Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN.

"Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN," tegasnya.

Ia jelaskan, jika khilafah berhasil berdiri, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan ada lagi. Bahkan, semua orang Indonesia akan diwajibkan melaksanakan shalat dan gereja tidak boleh lagi berdiri.

Walau di tengah pidatonya, ia mengaku tidak memprovokasi, tetapi Viktor juga mengajak hadirin untuk melawan para pendukung ekstremis dan khilafah itu. Ia mengingatkan kepada Tragedi 1965 di mana orang-orang yang dianggap komunis atau pendukung PKI dibantai. "Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965, mereka tidak berhasil, kita eksekusi mereka," begitu salah satu bagian pidato Viktor yang terekam dan beredar. Ia juga menyindir partai-partai tersebut yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti UU tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu 2/2017).***

Komentar

Loading...