Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Aceh Bebas

Positif Doping, 14 Atlet PON-Peparnas Kena Sanksi

Positif Doping, 14 Atlet PON-Peparnas Kena Sanksi
BINARAGAWAN senior Jabar M. Edeng Sambas saat meraih medali emas kelas 85 kilogram pada PON XIX September 2016 lalu. Dengan 3 binaragawan Jabar yang dinyatakan positif doping, Edeng menjadi satu-satunya peraih medali legal bagi tim binaraga Jabar sementara ini. HANDRI HANDRIANSYAH/PR
Penulis
Sumber
Pikiran Rakyat

Bandung | Meski penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XIX/2016, Jawa Barat dan Pekan Paralimpik Nasional XV/2016 Jawa Barat, sudah usai. Namun tak berarti berjalan mulus. Sebaliknya, ada noda yang mencoreng yaitu, penggunaan doping oleh para atlet.

Ketua Umum PB PON yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendapatkan laporan 14 atlet positif menggunakan zat aditif peningkat stamina tersebut. "Penggunaan oleh sebagian kecil atlet atas zat yang terlarang digunakan untuk bertanding atau penggunaan doping oleh 12 atlet PON dan 2 atlet di Peparnas," ujar Aher, di Gedung Sate, Bandung, Senin, 9 Januari 2017, kemarin. Aher menjelaskan, laporan tersebut didapatkan setelah melakukan pengambilan sampel urine terhadap 476 atlet PON dan 130 atlet Peparnas selama perhelatan berlangsung. Sampel itu kemudian dikirim ke National Dope Testing Laboratory di India.

Dia menuturkan, ke-12 atlet PON yang positif doping tersebut ialah delapan atlet dari cabang olahraga binaraga, satu atlet berkuda, satu atlet angkat berat, dan dua atlet dari cabang menembak. "Jabar empat atlet, Jateng tiga atlet, Bengkulu satu atlet, Yogya satu atlet, Bangka Belitung satu atlet, Kaltim satu atlet, dan Riau satu atlet," jelasnya. Sementara itu, kata Aher, untuk atlet Peparnas XV yang positif menggunakan doping ialah satu atlet dari cabang olahraga atletik dari Jawa Barat dan satu atlet dari cabang olahraga tenis meja dari Maluku.

Ke-14 atlet tersebut kini terancam skorsing tidak bisa mengikuti pertandingan selama empat tahun. Selain itu, medali dan bonus yang diberikan pemerintah akan dicabut. "Tentu sesuai dengan aturan yang berlaku, maka hak-haknya dicabut, diantaranya adalah bonusnya tidak diberikan dan medalinya dicabut," tegasnya.

Sementara itu, Panitia Besar (PB) PON XIX-Peparnas XV/2016 mengumumkan nama-nama atlet yang positif menggunakan doping, pada pesta olah raga multievent empat tahunan terbesar di Indonesia tersebut. Pengumuman nama-nama atlet tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB PON XIX-Peparnas XV/2016, Ahmad Heryawan, didampingi perwakilan KONI Pusat, Kemepora, dan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) di Ruang Sanggabuana, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin 9 Januari 2017.

Berdasarkan hasil tes sampel urine yang telah dikeluarkan oleh LADI, terdapat 12 atlet PON dan 2 atlet Peparnas yang positif menggunakan doping saat bertanding. Ke-12 atlet PON yang terindikasi doping berasal dari empat cabang olah raga yaitu binaraga (8 atlet), menembak (2), berkuda (1), dan angkat berat (1). Sementara 2 atlet Peparnas berasal dari cabang olah raga tenis meja dan atletik. "Berdasarkan hasil sampel acak atlet peraih medali emas, peraih medali perak, dan pencetak rekor nasional di PON XIX 2016 sebanyak 476 orang. Yang dinyatakan negatif ada 464 orang dan positif doping 12 orang," katanya.

Heryawan mengatakan, untuk hasil tes doping Peparnas dari sampel acak sebanyak 130 paralimpian, 128 atlet di antaranya dinyatakan negatif dan 2 lainnya positif doping. Sementara untuk jenis doping yang digunakan, mayoritas merupakan jenis zat doping lama baik jenis penenang maupun penguat stamina. "Diruntut berdasarkan asal provinsi atlet, untuk atlet PON asal Jabar ada 4 atlet, Jawa tengah 3 atlet, Bengkulu 1 atlet, DIY 1 atlet, Bangka Belitung 1 atlet, Kalimantan Timur 1 atlet, dan Riau 1 atlet. Sementara Peparnas 1 atlet Jabar dan 1 atlet Maluku," ujarnya. Berikut adalah ke-14 nama atlet yang menggunakan doping:

  • Roni Romero (medali emas PON Binaraga asal Jabar)
  • I Ketut Gede Arnawa (medali perak PON Binaraga asal Bengkulu)
  • Rahman Widodo (medali perak Binaraga PON asal Yogyakarta)
  • Kurniawansyah (medali perak PON asal Bangka Belitung)
  • Zainal (medali perak PON Binaraga asal Jawa Barat)
  • Mualipi (medali emas PON asal Jawa tengah)
  • Mheni (medali perak PON asal Jawa Tengah) 
  • Iman Setiaman (medali emas Binaraga asal Jabar)
  • Agus Waluyo (peraih medali emas dan perak PON menembak asal Jabar)
  • Safrin Sihombing (peraih emas dan perak PON menembak asal Riau)
  • Jendri Turangan (peraih emas dan berak berkuda asal Jawa Tengah) 
  • Awang Latiful Habir (peraih emas angkat berat asal Kalimantan Timur)
  • Adyos Astan (peraih emas dna perak tenis meja Peparnas asal Maluku) 
  • Cucu Kurniawan (peraih emas atletik Peparnas asal Jabar)

Dia menambahkan sesuai dengan peraturan anti doping tahun 2015, PB PON-Peparnas akan memberikan sanksi berupa pencabutan gelar juara dan medali yang diraih oleh atlet yang bersangkutan. Heryawan yang juga Gubernur Jawa Barat menuturkan untuk atlet asal Jawa Barat yang positif doping, selain pencabutan medali juga bonus yang telah disiapkan tidak akan diberikan. Namun, pencabutan medali ini tidak mengubah klasemen akhir PON dan Peparnas.

Sesuai dengan pasal 8 peraturan anti doping Indonesia 2015 maka Kemenpora dan LADI, akan memproses lebih lanjut atas temuan 14 atlet yang positif menggunakan doping dengan membentuk Dewan Disiplin Anti Doping. Sesuai dengan aturan World Anti-Doping Agency (WADA), anggota Dewan Disiplin Anti Doping ini berjumlah maksimal tiga orang terdiri dari praktisi hukum olah raga, praktisi medis olah raga, pengurus olah raga yang berpengalaman tidak kurang dari lima tahun. "Kami mengimbau agar masyarakat olah raga yang selama ini menganut prinsip-prinsip dasar keolahragaan terkait penyalahgunaan doping ini khususnya pemerintah agar mengoptimalkan pencegahan dan sosialisasi antidoping. Jangan lagi terjadi atlet yang lagi mengonsumsi doping," katanya.***

Komentar

Loading...