Iklan Kapal Cepat

Prof Yusni Saby: Karir Prof Abdi Abdul Wahab Berakhir Happy Ending

Prof Yusni Saby: Karir Prof Abdi Abdul Wahab Berakhir Happy Ending

Banda Aceh | Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Yusni Saby, P.hD mengatakan. Perjalanan karier mantan Rektor Unsyiah Banda Aceh Prof. Abdi Abdul Wahab sebagai akademisi dengan happy ending (berakhir manis). “Karena dalam buku ini tidak ada yang aneh-aneh dari perjalanan hidup Abdi Abdul Wahab,” kata Prof. Yusni Sabi saat peluncuran dan bedah buku: Abdi Abdul Wahab Pemimpin Di Dua Era, di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Selasa, (14/11/17).

Prof. Yusni Saby mengibaratkan, Abdi Abdul Wahab sudah sampai di halte untuk naik bus menuju terminal. Artinya, seorang mantan rektor yang sudah pensiun dan menjadi guru besar. Dalam perjalanan memimpin Unsyiah Banda Aceh, pada masa mencekam konflik, dan pasca tsunami. Abdi Abdul Wahab tidak dicoreng oleh kelakuan buruk. “Kalau tercoreng dengan kelakuan buruk,  berarti buku ini tidak happy ending,” ujar Prof. Yusni Saby.

Itu sebabnya, Prof. Yusni Saby mendorong semua rektor di Aceh untuk mencontoh perjalanan karier Abdi Abdul Wahab, sehingga saat tidak lagi menjabat rektor, ada catatan manis yang dituangkan dalam buku. “Saya sudah bergaul dengan Pak Abdi sejak dulu kala. Dia sukses dalam keluarga dan memimpin Unsyiah. Kesederhanaan patut kita jadikan tauladan,” ungkap Yusni Sabi mengakhiri testimoninya.

Selanjutnya, Guru Besar Unsyiah Prof. Ahmad Humam Hamid mengatakan. Sosok Abdi Abdul Wahab jarang dijumpai di zaman sekarang. Dimatanya, Abdi Abdul Wahab adalah orang yang jujur dan sangat sederhana. “Dia (Abdi Abdul Wahab) mungkin satu-satunya rektor di Indonesia yang tidak punya rumah pribadi. Tapi begitulah dia, tidak peduli. Dia punya pasangan yang perfect cover. Tidak banyak menuntut, walau istri pejabat,” jelas Prof. Humam Hamid begitu ia dikenal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah mengucapapkan terima kasih atas disetujuinya surat pengunduran diri sebagai dosen Unsyiah oleh Abdi Abdul Wahab. “Ketika itu, saya memutuskan untuk mundur sebagai PNS (dosen Unsyiah), berkiprah di dunia politik. Namun, Abdi Abdul Wahab kala itu tidak menyetujui, alasanya tidak banyak orang Gayo di Unsyiah, politik itu belum pasti. Justru dari kata-kata beliau (Abdi Abdul Wahab), memacu diri saya hingga membuktikan saya bisa,” kata Nova Iriansyah. Hadir dalam acara itu, anggota DPR RI Tagore Abu Bakar, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Samsul Rizal, sejumlah guru besar dan dosen Unsyiah.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Loading...