Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Terkait Pernyataan Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat

Profesor Yusril: Khilafah Itu Soal Tafsir!

Profesor Yusril: Khilafah Itu Soal Tafsir!
Foto MODUSACEH.CO/Mirna Gustina
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menjawab pertanyaan dalam jumpa pers, di Batoh, Banda Aceh, Selasa (8/8/2017) mengatakan, pernyataan Viktor Laiskodat dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang secara khusus ditujukan pada empat partai politik: Demokrat, Gerindra, PAN dan PKS yang mendukung khilafah adalah soal tafsir. “Kami memang selama ini tidak menyampaikan sikap resmi terhadap persoalan ini karena memang dia tidak menyebutkan PBB. Jadi secara spesifik disebutkan empat partai itu,” kata Yusril.

Tetapi, kata Yusril, soal khilafah itu soal tafsir. Dia mengaku rutin diskusi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan khilafah itu sesuatu yang disebutkan dalam Al-Qur’an, kemudian muncul dalam sejarah pemikiran politik Islam. “Tetapi bagi kami, soal khilafah itu soal tafsir. Kami saling diskusi dengan HTI dan saling mengerti,” katanya.

Terkait kegaduhan-kegaduhan di Indonesia seperti pernyataan kader NasDem tadi, menurut Yusril, polisi tidak boleh lepas tangan. “Jadi kalau ditanya, saya lihat polisi tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mesti disiapkan langkah hukum yang tegas, lakukan penyelidikan-penyelidikan,” saran Yusril.

Mengacu dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156a yang mengatur tentang pidana, maka, sebut Yusril, dalam praktik, tidak ada orang tidak ditahan. Mengapa harus ditahan, sebut Yusril, karena ada tiga alasan. Pertama, khawatir dia menghilangkan barang bukti. Kedua, khawatir melarikan diri, dan ketiga khawatir mengulangi perbuatannya. “Kalau satu dari tiga alasan ada, cukup menahan orang itu. Masalahnya pemerintah tidak tegas. Itu yang membuat umat Islam marah,” ujar Yusril.

Karena itu, menurut Yusril, presiden terpilih harus punya misi tentang penegakan hukum. “Lebih jauh lagi, dia punya visi tentang pembangunan hukum,” sebutnya. Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Senin (7/8/2017) seperti diberitakan KOMPAS.COM, mempersilakan keempat partai yang disebut Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat menempuh jalur hukum. NasDem memutuskan tidak meminta maaf kepada pihak mana pun. Alasannya, menurut DPP NasDem, isi pidato Viktor secara utuh tidak bertujuan menuduh PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sebagai pendukung kaum inteloran.

"Dari sudut mana kami minta maaf? Dari sudut hukum, kami persilakan. Kami enggak bisa menahan. NasDem ini partai kecil. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk memojokkan partai lain," ujar Ketua DPP NasDem, Zulfan Lindan, dalam konferensi pers menyikapi pidato Viktor di Kantor DPP NasDem, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Zulfan Lindan sendiri adalah putra berdarah Aceh. Sebagian pendidikan dan politik dihabiskan di Jakarta. Sebelumnya, Zulfan adalah kader PDI-P dan sempat menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P. Pada Pileg 2014 lalu, dia maju sebagai anggota DPR RI Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh. ***

Komentar

Loading...