Iklan Kapal Cepat

Refleksi Seratus Hari Kepemimpinan Erli Hasyim

Refleksi Seratus Hari Kepemimpinan Erli Hasyim
Penulis
Rubrik
Sumber
Koresponden Simeulue

Simeulue | Tak terasa Pemerintahan Kabupaten Simeulue yang dipimpin Erli Hasyim saat ini memasuki masa seratus hari.

Sejumlah janji politik yang dilantunkan ke publik selama ini mulai ditagih masyarakat. Diantara yang menonjol yakni polemik Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS). “Katanya, seratus hari menjabat, pemerintah akan memutuskan kontrak Kerja Sama Operasional (KSO) PDKS dengan PT. Kasama Ganda seperti yang dilansir Harian Serambi Indonesia, 31 Juli 2017 lalu.

Ungkapan itu pun disahuti warga, bahkan tak jarang yang berasumsi pemutusan KSO adalah cikal bakal baliknya pengeloaan PDKS ke Pemerintah Simeulue. Nyatanya, alih-alih mengembalikan pengelolaan aset daerah itu, langkah awal memutuskan kontrak KSO dengan pihak ketiga yang dijanjikan itu pun terkesan hanya pesan kosong. Wajar  kalau saat ini masyarakat setempat kecewa dan mulai meragukan keseriusan pemerintahan Erli Hasyim, menangani dan memenuhi janji politiknya.

“Kita menagih kesungguhan Pak Bupati untuk memutuskan kontrak kerja sama PDKS dengan PT KSG,  itu kan program kerja seratus hari, masyrakat juga tahu kok. Di sini ketahuan konsisten atau tidak, jangan hanya sekedar janji saja,” ujar  Riswandi Paskal, Rabu (25/10/17).

Begitu juga dengan pengaturan komposisi struktural diinstansi pemerintah juga mendapat kritikan, pasalnya, mutasi yang dilakukan pemerintahan Erli beberapa waktu lalu dinilai tak proposional dan jauh dengan bidangnya. Jabatan teknis yang dianggap penting malah ditempati oleh sosok disiplin ilmu yang berbeda, sementara pegawai teknis digeser ke Satuan Pamong Praja (Satpol PP).  Kebijakan yang dilandasi hak prerogatif tadi memantik reaksi warga. Salah satunya datang dari Junaidi Rusdi.

Lewat media sosial facebook ia memposting sebuah foto berjudul “singa dilantik Bupati nancifalal," (yang dilantik Bupati Kemarin).

Lantas status tadi dikomentari netizen, ada yang berpendapat, Kabid Bina Marga yang dilantik bupati mantan tim suksesnya, ada juga yang menilai bupati mungkin silap memposisikan anak buahnya.

Yang menarik mantan Bupati Simeulue Darmili, ia menuding penempatan itu tak sesuai dengan posisi yang tepat. Alasannya, tugas pokok dan fungsi Kabid Bina Marga Dinas PU sangat teknis. Karena iti harus diisi PNS dengan latar pendidikan formal sarjana teknik sipil, berpengalaman, mempunyai integritas dan kapabilitas.

The right man in the right place ternyata hanya slogan kosong, sama halnya dengan berbuat baik sekecil apapun (moto pemeritahan Riswan NS). Kita harus kawal kebijakan bupati dan wakil bupati, agar visi dan misi mereka berhasil,“ kata Darmili dikolom kementar.

Sayang Bupati yang dikonfirmasi MODUSACEH.CO terkait mutasi beberapa waktu lalu itu tak berhasil, begitupun pesan singkat yang dikirim juga tak ada balasan. Kecuali soal PDKS. ”Katanya akan dibahas dulu dengan anggota dewan".***

Komentar

Loading...