Irwandi Yusuf Sebut Anggota DPR Bangun Jalan Kebun Pribadi Gunakan Dana Aspirasi

Semoga Bukan Sekedar Isu

Semoga Bukan Sekedar Isu
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf/Foto Juli Saidi

Meulaboh | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku, memiliki data tentang dana aspirasi anggota DPR. Bahkan untuk membangun kebun pribadi.

Itu disampaikan Irwandi pada acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Ramli MS-Banta Puteh Syam, di Gedung Utama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Selasa (10/10/2017).

“Tadi pagi saya menerima laporan. Menyangkut seorang anggota DPR menggunakan dana aspirasi, katanya mau bikin jalan ke sentral produksi pertanian rakyat,” kata Irwandi Yusuf, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Barat.

Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu mengaku, laporan yang diterimanya itu lengkap dengan data-data. Dan proyek itu diduga untuk pembangunan jalan kebun anggota DPR yang tidak disebut dari anggota DPR mana.

“Laporan yang saya terima tadi lengkap data-data bahwa proyek itu hanya untuk pembukaan jalan ke kebunnya, kebun adiknya. Itu contoh,” kemudian Irwandi Yusuf melanjutkan pembicaraan lain dalam sambutannya, Selasa (10/10).

Usai acara pelantikan, saat dikonfirmasi lebih lanjut siapa dan apakah anggota DPR dimaksud dari DPRK atau DPRA, Irwandi Yusuf masih bungkam untuk menyebut nama dan anggota DPR mana yang menggunakan dana aspirasi untuk membangun jalan kebunnya tadi. Seperti diungkapkan Irwandi Yusuf. “Oh tadi, nanti kalau sudah komplit datanya.

Media ini melanjutkan pertanyaan apakah anggota DPRK atau DPRA, Irwandi Yusuf tetap bungkam.  “No koment,” jawab Irwandi Yusuf.

Sementara itu usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, salah seorang anggota DPR Aceh Abdullah Saleh, yang diminta pendapatnya, terkait pernyataan Irwandi Yusuf, politisi Partai Aceh ini berasumsi, yang dimaksud Irwandi Yusuf, bisa jadi anggota DPRA.

“Bisa saja ke DPRA, laporan yang disampaikan tadi kan ada masukan kepada beliau. Kalau saya jelas-jelas seperti itu, cut (potong) saja. Gubernur Aceh sudah mendapatkan informasi yang jelas, dilakukan komunikasi dengan anggota dewan yang bersangkutan, kalau perlu cut dulu, dihentikan tidak perlu dilanjutkan,” kata Abdullah Saleh, Selasa (10/10).

Lanjut Ketua Banleg itu, perlu dikoreksi. Makanya, anggota DPR harus melakukan koreksi terhadap usulan program dana aspirasi. “Saya pikir perlu dikoreksi. Koreksi itu sesuatu yang positif. Kalau bisa diperbaiki dari sekarang ya sekarang terus diperbaiki,” ujar Abdullah Saleh.

Sarannya, ke depan lebih hati-hati, tidak boleh ada lagi. “Kedepan harus lebih hati-hati lagi, tidak boleh lagi ada usulan-usulan yang arahnya untuk kepentingan keluarga dan kolega,” katanya.***

Komentar

Loading...