Breaking News

Kondisi RSUJ Banda Aceh

Ternyata 30 Persen Anak Bawah Umur Alami Gangguan Jiwa Karena Narkoba

Ternyata 30 Persen Anak Bawah Umur Alami Gangguan Jiwa Karena Narkoba
viva.co
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Unit Primary Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) Rumah Sakit Umum Jiwa (RSUJ) Aceh, Nurlaini, mengatakan, dari seluruh pasien gangguan jiwa karena narkoba khususnya pemakai sabu yang diterima pihaknya, 30 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Ia merincikan, pada 2015 misalnya, Unit Primary Napza RSUJ Aceh menerima 47 pasien gangguan jiwa karena narkoba. Dari jumlah tersebut, 15 pasien berusia di bawah 16 tahun. Selanjutnya, pada 2016, pihaknya menerima 49 pasien gangguan jiwa karena narkoba. Dari jumlah itu, 17 pasien berusia di bawah 16 tahun.

"Malah ada satu pasien gangguan jiwa karena narkoba, usianya masih 11 tahun. Kalau yang 15 tahun itu banyak," sebut Nurlaini pada MODUSACEH.CO di RSUJ Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Rabu (02/08/17).

Menurutnya, sesuai hasil asesmen (penilaian) yang dilakukan pihaknya, penyebab anak di bawah umur gunakan narkoba awalnya hanya coba-coba karena pengaruh lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan, akan menjadi ketergantungan. Kemudian secara perlahan akan merusak fungsi otak dan mengalami gangguan jiwa.

“Karena broken home (keluarga tidak harmonis), bisa ayah dan ibunya bercerai, jadi anak-anak tidak ada yang kontrol. Jadi terjerumus pakai sabu,” ujar Nurlaini.

Selanjutnya, untuk memulihkan kondisi gangguan jiwa, khususnya anak di bawah umur, masih bercampur dengan orang dewasa karena pihaknya belum mempunyai konselor yang khusus menangani anak-anak.

"Terpaksa kita campurkan dengan orang dewasa. Metode penyembuhannya juga sama dengan orang dewasa," papar Nurlaini.***

 

 

 

 

Komentar

Loading...