Breaking News

Iklan Dinkes Aceh

Janji Manis Irwandi Yusuf

Ternyata Gaji Guru Honor Hanya Dibayar Rp 500 Ribu/Bulan

Ternyata Gaji Guru Honor Hanya Dibayar Rp 500 Ribu/Bulan

Banda Aceh | Satu pekan lalu, kita dihebohkan dengan beredarnya berita guru honor dan bakti di Aceh yang akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR). Ketika itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berjanji akan meningkatkan gaji garu honor dan bakti, yang dinilainya tidak mendapatkan upah yang layak. Namun, janji tinggal janji. Sebab, dalam rapat tahap kedua antara Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), terungkap janji itu tidak akan terealisasi.

"Terjadi perdebatan alot di Banggar DPR Aceh dengan Pemerintah Aceh (TAPA). Salah satunya adalah terkait gaji guru honorer SMK/SMA yang selama ini belum terpenuhi. Yang menjadi perdebatan adalah mengenai besaran honor yang akan diberikan kepada 11.392 orang tenaga kontrak yaitu, guru kontrak, penjaga sekolah, cleaning service dan tenaga kontrak lainnya. Ternyata Gubernur Aceh hanya menganggarkan honor mereka Rp 15 ribu/jam dalam satu pelajaran," kata Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri pada media ini, Selasa malam, (19/9/17).

Katanya, bagi guru kontrak hanya akan mendapatkan Rp 500 ribu/bulan. Termasuk, tenaga kontrak lainnya seperti penjaga sekolah, cleaning service dan sebagainya. "Saya, salah satunya anggota Banggar DPR Aceh yang menentang keras besaran honor yang diberikan ini, walau menurut Pemerintah Aceh besaran tersebut karena tidak tersedianya anggaran. Saya mengatakan bahwa Pemerintah Aceh harus patuh kepada kebijakannya sendiri, terkait Upah Minimum Provinsi (UMP), yang telah ditetapkan Rp 2,3 juta rupiah, seluruh guru kontrak, penjaga sekolah, tenaga clining service harus mendapat upah sesuai UMP," gugat Nurzahri berapi-api.

Dia menuding, Pemerintah Aceh telah melakukan pembohongan publik, karena mengatakan tidak memiliki anggaran untuk gaji para kontrak tersebut, di sisi lain Pemerintah Aceh menyediakan anggaran bagi pogram yang kurang bermanfaat seperti Tsunami Cup Rp 11 miliar, Panjar Beli Pesawat Rp 10 miliar, Sabang Sail Rp 9,7 miliar, dan pengadaan mobil di Jakarta bagi Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah Rp 3 miliar, dan program-pogram aneh lainnya. 

Menurutnya, permasalahan kesejahteraan para guru kontrak harus dinomorsatukan. Sebab, menyangkut rasa kemanusian. Guru kontrak ini telah bersusah payah mengajar anak-anak Aceh agar berpendidikan dengan baik, sebagai penerus masa depan Aceh. Tetapi kurang dihargai oleh Pemerintah Aceh, yang hanya akan memberikan upah  Rp 15 ribu/jam atau 500 ribu perbulan. "Tentunya, sangat jauh dari kebutuhan hidup seorang manusia merdeka, wajar kiranya kemiskinan di Aceh tidak pernah teratasi, karena Pemerintah Aceh yang memiskinkan para pahlawan tanpa tanda jasa di Aceh. Mungkin Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah tidak akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh," ungkap Nurzahri kecewa.***

Komentar

Loading...