Breaking News

Ternyata Ini Alasan Kemenkeu Tolak Rencana Pinjaman Luar Negeri Aceh, Untuk Pembangunan Rumah Sakit Regional

Ternyata Ini Alasan Kemenkeu Tolak Rencana Pinjaman Luar Negeri Aceh, Untuk Pembangunan Rumah Sakit Regional
MODUSACEH/Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Penolakan rencana pinjaman luar negeri Aceh, untuk pembangunan 5 unit rumah sakit regional oleh Kementerian Keuangan RI dibenarkan angota Komisi VI DPR Aceh Zaenal Abidin, S.Si.

Katanya, Kemenkeu menganggap keuangan Pemerintah Aceh, masih mampu membiayai pembangunan 5 unit rumah sakit regional di Aceh. "Kita sudah dapat surat resmi dari Kemenkeu tentang penolakan itu, setelah ditelaah, memang keuangan Aceh masih sanggup,” jelas Zaenal Abidin saat di temui MODUSACEH.CO di Banda Aceh, Rabu, (14/06/17).

Sebelumnya, sebut Zaenal Abidin, rencana pinjaman luar negeri Pemerintah Aceh telah menjadi polemik, karena banyak anggota DPR Aceh tidak mensetujui pinjaman itu, namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya DPR Aceh mensetujuinya dan dipleno dalam sidang paripurna.

“Hasil sidang paripurna itu dibawa Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada Kemenkeu, karena memang harus mendapat persetujuan Kemenkeu, tapi akhirnya ditolak,” sebut Zaenal Abidin.

Memang, dirinya beserta anggota Komisi VI DPR Aceh, mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Aceh, untuk terus berkomitmen dalam membangun 5 unit rumah sakit regional dan Pemerintah Aceh telah menganggarkan anggaran pembangunan bersumber dari Anggaran Pembangunan Berlanja Aceh (APBA), untuk mekanjutkan pembangunannya. Namun, anggaran yang plot dinilainya terlalu kecil, hanya Rp. 30 miliar per tahun.

"Kalau segitu kapan siapnya, dilain hal kita butuh pembangunan rumah sakit itu cepat, sehingga antri pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) tidak membludak,” ujarnya.

Ia juga ingin, dalam pembiayaan itu ada regulasi khusus yang diterapkan, sehingga dalam pembiayaan mendapat perhatian khusus, mengingat anggaran yang dibutuhkan sangat besar untuk mepercepat pembangunannya.

“Di Takengon, Aceh Barat, dan Aceh Selatan sudah mulai dibangun. Nah, di Langsa dan Bireuen masih bermasalah lahan,  inikan harus ada Tim untuk menyelesaikannya, dan saya sudah sampaikan pada Dinas Kesehatan Aceh, dalam pembangunan  rumah sakit harus jalan terus,” ungkap politisi PKS ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh merencanakan pinjaman luar negeri pada Bank Pemerintah Jerman senilai Rp 1,9 triliun, untuk membangun 5 unit rumah sakit regional di Aceh, namun rencana itu gagal karena tidak mendapat persetujuan Kemenkeu, ketika itu belum diketahui pasti alasan Kemenkue menolak keinginan Pemerintah Aceh itu.***

Komentar

Loading...