Terkait Perhentian Pembangunan Gedung Oncology RSUDZA

Ternyata PT. Araz Mulia Mandiri Telah Menarik Temin Pertama  

Ternyata PT. Araz Mulia Mandiri Telah Menarik Temin Pertama  
Modus Aceh/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Fakruddin,SIP,M.Si, Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainael Abidin (RSUDZA) sekaligus Kuasa Pengguna Anggarana (KPA) pembangunaan Gedung Oncology milik RSUDZA Banda Aceh, mengatakan. PT. Araz Mulia Mandiri telah melakukan termen pertama. Namun dia tidak merinci berapa persen termin pertama yang telah ditarik oleh  perusahaan itu dalam pembangunan Gedung Oncology dengan nilai kontrak Rp 39 miliar lebih. “Mereka (PT. Araz Mulia Mandiri) sudah tarik termin untuk pertama,“ jelas Fakruddin,SIP,M.Si di ruang kerjanya RSUDZA Banda Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Kamis, (12/10/17).

Namun, dia merasa yakin jika termin yang sudah ditarik PT. Araz Mulia Mandiri tidak melebihi volume yang telah dikerjakan. “Setelah kita lihat-lihat, volume sesuai dengan termin yang sudah ditarik,” jelasnya.

Begitupun, nantinya akan membayar kepada PT. Araz  Mulia Mandiri sesuai dengan volume kerja. Jika dinilai kurang dengan termin yang sudah ditarik sesuai dengan hitungan yang dikeluarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh.

Sebelumnya, walau masih masuk dalam daftar hitam (black list), PT. Araz Mulia Mandiri tetap saja melakukan pekerjaan Gedung Oncology Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Padahal, putusan itu telah dikeluarkan sejak 9 Juni 2017 oleh Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS). Maklum, PT. Araz Mulia Mandiri tidak melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku dalam pembangunan lanjutan Tugu KM 0, di Sabang dengan nilai kontrak Rp 15 miliar lebih. Itu artinya, selama dua tahun, sejak sanksi itu dicantumkan. Perusaan ini tidak boleh menjadi rekanan dalam pengerjaan proyek apapun.

Kenyataannya, PT. Araz Mulia Mandiri mulus mengerjakan Gedung Oncology milik Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dengan pagu anggaran Rp 39 miliar lebih. Tak berlebihan, jika banyak pihak menduga ada kong kalikong  dalam pengerjaan proyek ini. Karenanya,  minta proyek itu untuk dihentikan pengerjaannya.

Nasruddin Bahar dari Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) mengatakan. Telah menyurati Direktur RSUDZA, supaya tidak memenangkan PT Araz Mulia Mandiri. Sebab, dia sudah mengetahui jika PT Araz Mulia Mandiri masuk dalam daftar hitam. Sayangnya, hingga saat ini, surat dari LPLA tidak pernah dibalas. “Tahu-tahu sudah diumumkan PT. Araz Mulia Mandiri sebagai pemenang, bahkan sudah mulai dibangun, maka saya tidak heran apa yang terjadi hari ini. Karena dari dulu sudah kita ingatkan, ” jelas Nasruddin Bahar pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, Rabu, (11/10/17).

Dia menilai ada pihak-pihak yang sengaja meloloskan proyek ini dikerjakan oleh PT Araz Mulia Mandiri. “Pihak-pihak ini harus bertanggungjawab," ungkapnya.

Selanjutnya, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Aceh, bersama Direktur RSUDZA, PPTK, BPKP Aceh, APIP Inspektorat Aceh, menggelar pertemuan terkait status proyek pembangunan Gedung Oncology center RSUDZA. Pasalnya perusahaan pemenang proyek tersebut yakni PT Araz Mulia Mandiri masuk daftar hitam (black list). Salah satu hasil yang dikeluarkan adalah merekomendasikan KPA dan PPATK dari RSUDZA Banda Aceh untuk menghentikan pembangunan yang dikerjakan PT Araz Mulia Mandiri. ***

 

 

Komentar

Loading...