Kuasa Hukum Kapal MV Silver Sea 2 Yusril

Terpaksa Dilelang Karena Sudah Ditahan Hampir 2 Tahun, Uang Rp 28 Miliar Saya Nggak Tahu

Terpaksa Dilelang Karena Sudah Ditahan Hampir 2 Tahun, Uang Rp 28 Miliar Saya Nggak Tahu
Kapal Silver Sea (habadaily.com)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Hari ini, Rabu (9/8/2017), Pengadilan Negeri (PN) Kota Sabang kembali menggelar sidang perkara kapal MV Silver Sea 2 yang ditangkap petugas TNI Angkatan Laut, Sabang, Agustus 2015 lalu. Sidang lanjutan Rabu (9/8) ini, menurut Yusril Ihza Mahendra, menghadirkan dua saksi ahli, yaitu Dr. H. Abdul Chair Ramadhan SH, MH dan saksi ahli pidana ini dari Universitas Negeri Sebelas Maret serta ahli hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Kedua saksi ahli yang dihadirkan di PN Sabang adalah Dr. H. Idris SH, MH. Idris adalah ahli pidana dari UNPAD Bandung dan ahli hukum Internasional.

Dalam jumpa pers Selasa kemarin (8/8), Batoh, Banda Aceh mengakui banyak kejanggalan dalam proses hukum kapal Silver Sea 2 (SS2) tersebut. Misal, kapal itu melintasi perairan laut Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) atau 200 mil dari garis pantai Indonesia, Sabang. Selain menjelaskan berbagai kejanggalan terhadap proses hukum kapal SS2 tadi. Yusril juga mengaku barang bukti seperti ikan sudah dilelang Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang. Hasil lelangan itu, uangnya juga tidak sedikit--mencapai sekitar Rp 28 miliar. Namun Yusril sebagai kuasa hukum, mengaku tidak tahu di mana uang Rp 28 miliar itu dititipkan.

“Karena sudah ditahan hampir dua tahun, terpaksa dilelang Kejaksaan Negeri Sabang Rp 28 miliar. Uangnya sekarang saya nggak tahu,” sebut Yusril pada wartawan dalam jumpa pers, Selasa (8/8). Begitupun, lanjut Yusril, bahwa uang hasil lelangan itu normalnya dititipkan. “Normalnya uang seperti itu dititipkan konsinyasi ke pengadilan. Tetapi kami tanya pada pengadilan, dijawab 'Kami tidak pegang uang itu',” kata Yusril.

Lanjut Yusril, apakah uang itu ada di pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh atau ada kepada di Kejaksaan Negeri Sabang, juga ia tidak tahu. “Silakan kawan-kawan wartawan cari tahu. Kalau kami advokat istilahnya tidak enak nanya begini. Tetapi di situ dikonsinyasi sebagai barang bukti,” kata Yusril.***

Komentar

Loading...