Iklan Kapal Cepat

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Utang Negara Belum Berhasil Ditekan

Utang Negara Belum Berhasil Ditekan
m.tempo.co
 
Jakarta | Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) genap dua tahun,  namun masalah kesenjangan sosial dan pangan belum ditangani maksimal. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menyebutkan, ada beberapa hal yang disoroti dalam pemerintahan Jokowi-JK. Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK dinilai belum berhasil meningkatkan daya beli rakyat. Faktanya, daya beli masyarakat malah semakin merosot.
 
Kedua, dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-JK juga belum berhasil menurunkan rasio antara orang kaya dan miskin. Ketiga, Komisi XI juga menyoroti belum berhasilnya pemerintah mencapai swasembada pangan. Achmad Hafisz menyayangkan masih banyak komoditas yang masih diimpor, padahal Indonesia kaya sumber daya alam. Komisi XI juga menyoroti utang negara yang melambung tinggi. "Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, tidak berhasil menekan utang negara," ujar Achmad Hafisz kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (20/10/2016).
 
Meskipun banyak kinerja negatif yang disoroti, bukan berarti dua pemerintahan Jokowi-JK tidak menghasilkan prestasi sama sekali. Komisi XI, kata Achmad Hafisz, memuji keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur khususnya jalan tol dan lintas laut. "Namun belum bisa menunjukkan multiplier effect-nya sampai hari ini," kata dia.
 
Karena itu, masih banyak pekerjaan rumah pemerintahan Jokowi-JK untuk perekonomian negara. Salah satunya, dengan memperbaiki daya beli rakyat, memberi kemudahan berusaha, dan membuka industri yang berbasis kerakyatan. "Kemudian, galakkan KUR, namun bukan di tataran pedagang saja. Pertanian harus segera diindustrialisasi. Juga sektor kehutanan untuk diperhatikan, terutama yang terkait karet dan sawit hilirisasi industri," jelas politikus PAN itu.***

Komentar

Loading...