Dugaan Penyimpangan ADD

Warga Laporkan Keuchik Seunubok Jalan ke Jaksa

Warga Laporkan Keuchik Seunubok Jalan ke Jaksa
Warga Seunubok Jalan Kecamatan Idi Tunong saat melaporkan dugaan penyimpangan ADD tahun 2016 Desa Seunubok Jalan Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur yang diterima oleh Kasi Intel Kejari Idi, Khairul Hisyam, SH. (Ilyas Ismail)
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Ilyas Ismail

IDI | Diduga adanya penyimpangan dana Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016. Sejumlah masyarakat Desa Seunubok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Idi, Rabu (9/8/2017) siang.

Kedatangan delapan orang masyarakat tersebut disambut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Idi, Khairul Hisyam, SH. Dia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat ini. “Selanjutnya laporan akan kita serahkan kepada pimpinan, serta akan memanggil kepala desa dan aparatur desa untuk diperiksa atas dugaan ini,” demikian kata Kasi Intel Kejari Idi, Khairul Hisyam.

Berkas pelaporan dugaan penyimpangan dana ADD Seunubok Jalan , diserahkan langsung dua orang perwakilan warga nyakni, Muhammad (33) dan Hasbi (52), keduanya warga Desa Seunubok Jalan Kecamatan Idi Tunong, sementara enam warga lainya menunggu di luar.

Menurut juru bicara warga yang hadir, Ismail (52) saat diwawancari MODUSACEH.CO membenarkan delapan orang datang ke Kantor Kejari Idi. ”Yang datang ke sini kami hanya delapan orang, tapi yang mendukung terhadap laporan ini lebih kurang 150 orang warga. Bukti dukungan mereka, berupa photo copy KTP dan tanda tangan, juga kami lampirkan dalam berkas bukti laporan yang kami tujukan kepada pihak Kejaksaan Negeri Idi,” kata Ismail.

Ismail didampingi warga lainnya kepada MODUSACEH.CO menjelaskan, pihaknya melaporkan aparatur desa yang diduga telah melakukan penyimpangan terhadap pengelolaan ADD tahun anggaran 2016. “Laporan kami meliputi kegiatan pembangunan saluran beton yang terletak di Dusun Bahagia, di sini ada dugaan pembelian kereta sorong dan air bersih untuk aduk semen fiktif, serta upah tenaga kerja dibayar kepada masyarakat  tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban,”  jelas Ismail.

Mereka juga melaporkan dugaan penyimpangan di kegiatan tembok penahanan tanah dan pembukaan jalan baru di Dusun Lueng Hagu. ”Disini juga terjadi dugaan penyimpangan pengadaan kereta sorong dan air bersih, masukan semen yang fiktif serta pengadaan semen yang jumlah tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban,” kata Ismail.

Nah, untuk menindaklunjuti dugaan penyimpangan ini, pihaknya telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri Idi. ”Harapan kami kepada pihak penegak hukum dalam hal ini, Kejaksaan Negeri Idi untuk segera memeriksa dugaan penyimapangan ADD di desa kami tahun anggaran 2016,” harap Ismail.

Sementara itu, dalam perencanaan sudah siap 100 persen, termasuk LPJ. Tapi tidak ada laporan. Kepala Desa Seunubok Jalan, Hafiz (55) saat dihubungi MODUSACEH.CO melalui selulernya, mengatakan pihaknya telah menjalankan kegiatan ADD tahun anggaran 2016 sesuai dengan aturan. ”Tidak ada penyimpangan. Kita telah melaporkan pertanggungjawaban 100 persen kegiatan secara sempurna ke pihak BPM Aceh Timur dan pertinggalnya ada di Kantor Camat,” demikian jawab Kepala Desa Seunubok Jalan Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Hafiz, kepada media ini.***

Komentar

Loading...